Pilkada 2020, Madina Butuh Sosok Indra Porkas Lubis
Indra Porkas Lubis

MUDANEWS.COM, Madina – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020, mencuatnya nama-nama bakal calon yang akan maju, bahkan sebagian sudah menyatakan kesiapannya menjadi bakal calon.

Sebab, nama Indra Porkas Lubis juga jadi perbincangan publik. Indra Porkas Lubis merupakan salah satu calon Bupati pada Pilkada Madina tahun 2010 lalu. Dia berpasangan dengan Firdaus Nasution sebagai calon wakilnya. Akan tetapi, tekat beliau tidak pernah padam demi terwujudnya MADINA pintar sejahtera.

“Usia memang bukan faktor utama penentu bisa tidaknya Madina keluar dari krisis akut yang melanda madina saat ini. Namun, jika kita bersedia memberi jalan bagi kaum muda menjadi pemimpin di madina, kesedian ini patut disebut sebagai ikhtiar politik rakyat untuk mensukseskan proyek revolusi mental yang sedang dijalankan bangsa ini,” pungkas Abuzar Al-Khifary, Medan, Rabu (28/8/2019).

Sambung Abuzar, memimpin madina tidak boleh lagi dilihat sebagai proyek balas budi. Misalnya, karena si A sudah mengorbankan segalanya dimasa perjuangan, maka selayaknya diberi kehormatan untuk memimpin madina. Sikap politik ini melawan hukum politik akal sehat.

Memimpin madina itu membutuhkan energi kepemimpinan yang besar. Seorang pemimpin yang diharapkan adalah sosok yang pada dirinya terhimpun energi pemikiran, energi hati, dan energi sikap yang besar, kuat dan menyatu.

“Energi inilah yang menjadi dasar kepemimpinan untuk dapat memancar cahaya visi, misi, program dan kegiatan yang prospektif sekaligus solutif, juga praktis, dan komunikatif. Tanpa ini semua maka yang hadir dihadapan kita adalah pemimpin yang dikendalikan, pemimpin yang disetir, dan diarahkan oleh pihak-pihak yang sekedar mencari keuntungan politik,” jelas salah satu alumni pesantren darularafah itu.

Inilah yang terjadi selama ini. Kita rakyat, “dipaksa” untuk menerima sosok yang sejatinya lemah dalam kepemimpinan. “Namun sosok seperti indra pokas lubis patut untuk memimpin madina selama periode yang akan mendatang ini 2020,” tutur Abujar. Berita Madina, red