ISNU Langkat, Komentari Soal Abdul Somad Hingga Mahasiswa Papua
Ketua PC ISNU Kabupaten Langkat Dhevan Efendi Rao SH SPd dan sahabat

MUDANEWS.COM, Langkat – Ketua Pengurus Cabang ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) Dhevan Efendi Rao SH SPd yang sering disapai Buya Dhev, mengomentari ceramah Ustaz Abdul Somad yang memicu polymik dan kecaman dari umat beragama karena dinilai menghina simbol agama Nasrani.

Buya Dhev bersama Pengurus Cabang ISNU Kabupaten Langkat manyampaikan seputar kajian isi ceramah Ustaz Abdul Somad ini jangan sampai timbul perpecahan umat Islam dan membuat rusak kerukunan umat beragama. Buya Dhev menjelaskan, kehidupan berbangsa dan bernegara sudah diatur sejak zaman Rasulullah Nabi Muhammad SAW untuk tidak saling memperkeruh suasana yang menyebabkan keributan sesama manusia dan tentunya kerukunan umat beragama bisa hancur hanya gara gara isu negatif berita hoax, mencaci maki, merendahkan, menyalahkan, menyudutkan para pemimpin negeri, mengadu domba sesama manusia yang memeluk agama dan saling menjelekkan inilah penyakit hati adanya iri, dengki, dan busuk hati ada istilah senang melihat orang susah, susah melihat orang senang. Kebijakan zamannya nabi semua para pemimpin negeri Khalifah, pendeta dan ulama dari berbagai paham dan aliran sudah sepakat dengan aturan itu yang dibuat oleh Nabi Besar umat Islam Muhammad SAW sebagai undang-undang dengan nama PIAGAM MADINAH.

“Piagam itu mengatur kehidupan agar bisa hidup damai, rukun, tentram, sejahtera, adil dan makmur antar semua elemen bangsa dan pemeluk agama,” kata Buya Dhev kepada awak media online MUDANEWS.COM pada hari Senin (19 /8/2019) .

Mustafa Habib SPd sebagai Ketua Koordinator Divisi Kerukunan Umat Beragama dan Kesejahteraan Sosial PC ISNU Kabupaten Langkat merespon soal isi ceramah Ustaz Abdul Somad alias UAS tentang Salib dan patung yang videonya kini tersebar di media sosial.

Habib mengatakan tak sepantasnya masyarakat memperkarakan subtansi ceramah yang dilakukan oleh para tokoh agama, sebab kata dia, UAS tak bermaksud mencela agama lain. Ia mengatakan segmentasi subtansi ceramah para pemuka agama termasuk UAS pasti ditujukan bagi para penganut agama masing-masing.

“Tidak pada tempatnya memperkarakan tokoh agama yang berceramah agama ditujukan kepada penganut agamanya sendiri apalagi disampaikan di tempat khusus seperti rumah ibadah,” kata Habib, dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media MUDANEWS.COM.

Habib dan sahabat PC ISNU Kabupaten Langkat meyakni ceramah yang disampaikan UAS bahkan tokoh agama manapun pasti bertujuan untuk memperkuat keimanan para pemeluknya. Ia mengatakan ceramah UAS itu tak bertujuan untuk mencela agama lain. Sebab, kata dia, Alquran sudah melarang bagi pemeluk Islam untuk mencela sesembahan agama lain.

“Ada ayat yang menyatakan jangan kamu mencela sesembahan orang musyrik yang menyembah selain Allah itu sangat jelas maknanya larangan mencela secara terbuka dan tanpa landasan ilmu pengetahuan, tujuannya semata-mata untuk memperkeruh toleransi umat beragama dan menciptakan situasi chaos dalam masyarakat beragama,” kata Habib.

Wakil Ketua PC ISNU Kabupaten Langkat Khairizal Zainuddin SSos sebagai sekretaris Bapilu dari kader partai politik yang berlambang Ka’bah yakni PPP Kabupaten Langkat menegaskan, bahkan Islam melarang umatnya mencaci maki orang yang menyembah selain Allah SWT. Hal ini dilarang karena akan saling bermusuhan. “Dan menjelekkan tanpa ilmu,” bebernya.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua 2 Bidang Pendidikan dan Kebudayaan PC ISNU Kabupaten Langkat Syafril Anwar SPdI juga mengatakan Piagam Madina dibuat untuk ditaati orang-orang mukmin, termasuk Nasrani, Yahudi, dan Majusi. Dalam konteks kebangsaan bahkan tak ada yang disebut dengan istilah kafir. “Tapi disebut mukminin. Biar kita saling menghormati,” ujarnya.

Sekum PC ISNU Kabupaten Langkat Bahtiar SPd sering disapa dengan panggilan akrab puak Melayu ” ATEH ” mengimbau seluruh Para Kyai, Ustaz, Dai, Mubaligh di Indonesia dapat memberi tausyiah ceramah yang sejuk membawa perdamaian dengan pelajaran mengenai Piagam Madinah sebagai akhlak dan melaksanakan perilaku yang telah dicontohkan Rasulullah Saw.

Inti dari penjelasan ini dapat disimpulkan PC ISNU Kabupaten Langkat mengecam keras tindakan yang brutal mengambil kesempatan dari polymik di negeri tercinta ini kita mengutuk atas tragedi kekacauan keributan atas beredarnya berita hoax dan menyebar kan isu-isu yang ingin menghancurkan negeri Indonesia, seperti contoh yang terjadi.

Disinggung soal peristiwa Papua, Buya Dhev selaku Ketua PC ISNU Kabupaten Langkat mengajak seluruh masyarakat Indonesia mari kita bersatu dalam ukhuwah wathoniyah memperkuat silaturahmi antar umat beragama dengan merapat barisan untuk membangun negeri tercinta ini tanpa hoax dan menebar kebencian terhadap pemimpin negeri.

“PC ISNU Kabupaten Langkat Mengucapkan Terimakasih atas sikap tegas pak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian turun langsung ke Surabaya dan pernyataan dari Gubernur Jawa Timur dengan cepat mengambil tindakan mengkondusifkan situasi dan kondisi agar aman dan nyaman,” kata Buya Dhev. Berita Langkat, red