Teatrikal Demokrasi
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM – Pilpres seolah menjadi drama telenovela
Kecurangan adalah bagian dari demokrasi
Trik dan intrik serta penghianatan berkolaborasi
Hukum jadi pedang penguasa, menebas tanpa ampun

Teatrikal demokrasi, menjadi ajang genosida anak bangsa
Ganas, menggilas rakyat tanpa beban dosa
Rakyat turun ke jalan berharap keadilan mengetuk hati penguasa
Dihadapkan anarkisme, serangan brutal aparat pada rakyat yang tanpa senjata

Provokasi hasilkan bertambahnya korban jiwa
Agresor aparat kepolisian layaknya predator bernama raptor
Semua mengecam, bicara perkara HAM
One man show sang Presiden sibuk pamer kebahagiaan

Oposisi mendadak jadi Banci, atur strategi selamatkan diri
Rakyat mulai berhenti percaya para politisi yang sok demokratis
Keadaan pun memaksa, simbol perlawanan di kriminalisasi
Simpul-simpul pergerakan masiv dipelopori Ustadz dan para Emak

Idealisme tidak boleh dilacurkan, teriaknya!
Kemuliaan dan kehormatan yang diharap
Para Emak hanya mampu berdoa, meng-Iba pada Allah
Disegerakan pertolongan, dari penguasa zalim

Apatis, peduli setan Emak dan rakyat, ustadz terus bergerak
Perlawanan terhadap penindasan harus diakhiri
Kaum pragmatisme opurtunis terseleksi
Siapa pejuang, siapa penghianat?

Surabaya Jawa Timur 13 Agustus 2019
Sayuh