Degradasi Nilai dan Moral, Penjajahan Gaya Baru
Abdillah Fahmiza

MUDANEWS.COM – Sebagai makhluk Tuhan dan makhluk sosial dalam menjalani kehidupan didunia manusia diatur oleh nilai-nilai dan norma-norma, ketinggian adab dan budi pekerti menjadikan manusia berbeda dengan makhluk lain yang juga diciptakan Tuhan di muka bumi.

Namun akhir-akhir ini, perkembangan zaman yang diiringi arus globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan-perubahan didalam berbagai aspek kehidupan, banyak terjadi perubahan yang positif namun juga ada yang negatif dalam berbagai segi kehidupan dalam masyarakat, seperti aspek sosial, politik, ekonomi, budaya bahkan pada aspek kehidupan beragama.

Memasuki era digital dimana pertukaran informasi begitu cepat didapatkan, membuat generasi-generasi muda yang sering disebut dengan “generasi mileneal” larut berselancar didunia maya, dunia tanpa batas, sehingga terkadang lupa dan kebablasan terhadap nilai dan moral yang dianut bangsa kita.

Bangsa Indonesia yang menganut budaya ketimuran yang cenderung religius, terkenal dengan kebiasaan gotong royong, mengutamakan keluhuran budi pekerti, kesopanan sikap dan tingkah laku, dan kelembutan tutur kata.

Generasi muda kita hari ini menjadi sasaran utama “westernisasi” yang mana gaya-gaya kebarat-baratan sudah mulai dititipkan kepada generasi muda kita, seperti: perilaku hedonisme (perilaku suka bersenang-senang, minuman alkohol, narkoba dan seks bebas), dan sikap apatis (mementingkan diri sendiri dan tidak peduli kepada lingkungan). Disisi lain keberlangsungan bangsa ini kedepannya ada ditangan anak-anak muda hari ini, jika anak-anak muda kita hari ini sudah tertular virus “westernisasi” maka dikhawatirkan bangsa kita akan mengalami krisis nilai dan moral.

Menjelang 74 Tahun kemerdekaan republik Indonesia, mestinya permasalahan nilai dan moral generasi muda menjadi perhatian kita bersama, sebab generasi muda merupakan penerus estafet perjuangan para pahlawan yang sudah lebih dulu mendahului kita, generasi muda juga tonggak umbuh kembangnya peradaban yang mulia di Negara yang kita cintai ini.

Dengan semangat kemerdekaan, mari bersama kita lawan “westernisasi” sebagai penjajahan gaya baru, kita tumbuhkan bersama semangat gotong royong, menjadikan ilmu pengetahun untuk mempertinggi adab, nilai kesopanan, dan kelembutan tutur kata.

Penulis adalah Abdillah Fahmiza (Founder Rumah Peradaban)