HMI Sumut Gelar Dialog Kebangsaan Tentang Rekonsiliasi Nasional
Narasumber, Ketum Badko HMI Sumut dan ketua KOHATI foto bersama usai acara

MUDANEWS.COM, Medan – Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara Periode 2018-2020 menggelar Dialog Kebangsaan dengan mengusung tema ‘Rekonsiliasi Nasional : Membangun Gerakan Moral Wujudkan Persatuan Indonesia’ berempat di Aula Pusbinsa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (UIN Su Medan), Jalan William Iskandar, Medan sumatera Utara paada Kamis (25/07/2019).

Dalam dialog kebangsaan itu menghadirkan narasumber Faisal Riza seorang Pemikir Politik Islam yang juga merupakan Akademisi UIN Sumut Medan, Y.M Bhikku Dhirapunno seorang pemuka agama Budha, Darwis Manurung sebagai Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Wilayah Sumut (PGI Sumut), Samsir Pohan seorang Tokoh Pemuda Sumatera Utara yang juga merupakan politisi dari partai Golkar dan dimoderatori oleh Ketua Bidang Eksternal Badko HMI Sumut Wahyu Panjaitan.

Ketua Umum Badko HMI Sumut Muhammad Alwi Hasbi Silalahi dalam kata sambutannya menjelaskan bahwa rekonsiliasi secara nasional dengan cara membangun gerakan moral dipandang perlu harus segera dilakukan. Menurutnya hal demikian adalah jalan terbaik yang harus secepatnya dilakukan agar perselisihan anak bangsa sebelum dan sesudah Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 tidak terjadi lagi.

“Rekonsiliasi secara nasional dengan cara membangun gerakan moral harus sesegera mungkin dilakukan, sebab kita tidak menginginkan perselisihan anak bangsa semakin meruncing, menurut kami rekonsiliasi dengan cara membangun gerakan moral itu adalah jalan terbaik, sudah terlalu banyak energi kita yang terkuras hanya karena perbedaan pilihan politik sebelum dan sesudah pilpres 2019 ini,” ujar Hasbi mengawali sambutannya.

Hasbi juga menungkapkan bahwa rekonsiliasi yang diinginkan bukan hanya dilakukan para elite partai politik namun juga harus dilakukan oleh rakyat Indonesia terkhusus masyarakat Sumatera Utara, sebab Hasbi menilai perselisihan hingga berujung pada konflik horizontal itu dirasakan langsung oleh masyarakat (grass root) dan berakibat fatal pada persatuan bangsa.

Y.M Bhikku Dhirapunno dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa rakyat Indonesia terkhusus anak muda harus selalu bergerak dan bukan menggertak, menurutnya jika manusia memiliki moralitas yang tinggi maka perselisihan dan pertikaian sesama anak bangsa tidak akan pernah terjadi. Sebab katanya moralitas itu item terpenting dalam menjaga persatuan dan juga menguatkan toleransi sesama rakyat Indonesia.

“Bergerak untuk perubahan kearah yang lebih baik dan jangan pernah kita menggertak, gerakan moral adalah gerakan yang mampu membuat hidup kita menghidupkan kehidupan orang lain, kita juga harus mampu dan berani dalam bertindak dan merombak untuk kemajuan bangsa, jika ingin memberikan kritik, lakukanlah dengan nilai kesatuan dan etika,” jelasnya.

HMI Sumut Gelar Dialog Kebangsaan Tentang Rekonsiliasi Nasional
‘Dialog Kebangsaan Rekonsiliasi Nasional : Membangun Gerakan Moral Wujudkan Persatuan Indonesia’

Darwis Manurung dalam penjelasannya mengatakan bila rakyat Indonesia berpegang teguh pada ajaran-ajaran agama dan nilai-nilai kebangsaan maka akan semakin mampu untuk menghargai dan menjaga toleransi itu. Menurutnya perselisihan hingga berujung pada konflik sebelum dan sesudah pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 itu dipicu karena lemahnya pengetahuan anak bangsa tentang sejarah kemerdekaan hingga berdirinya Indonesia. Ia mengatakan semangat persatuan adalah hal utama dalam kemajuan bangsa dan negara.

Faisal Riza seorang pemikir politik islam yang juga merupakan akademisi UIN Sumut dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa persolan kebangsaan adalah tentang bagaimana masyarakat agar tidak terjebak pada narasi-narasi yang membuat rakyat terbelah terkhusus masyarakat menengah. Karena menurutnya narasi-narasi yang demikian selalu diperuncing karena untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu dan demi keuntungan kelompok tersebut. Ia menginginkan bahwa rakyat harus selalu berfikir bahwa perjuangan rakyat Indonesia, kemerdekaan rakyat Indonesia dan kemajuan Indonesia adalah usaha yang dilakukan secara bersama, tanpa harus ada klaim atau pengakuan kelompok tertentu.

Terakhir Samsir Pohan seorang tokoh pemuda Sumatera Utara yang juga seorang politisi dari Partai Golkar mengatakan bahwa ruang-ruang diskusi persoalan kebnagsaan harus terus diperkuat dan diperbesar, sebab ia menilai bahwa ruang diskusi kebangsaan dan temu anak muda adalah salah satu upaya untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman. Ia juga berharap bahwa kajian-kajian kebangsaan seperti ini tidak hanya sebatas ceremonial namun juga harus mampu memberikan pemahaman kebangsaan pada banyak orang.

Kegiatan dialog Kebangsaan itu dihadiri peserta sebanyak 74 orang dimulai pada pukul 14.05 WIB hingga berakhir pada pukul 16.40 WIB. Sebelum berakhir peserta dan narasumber melakukan foto bersama. Berita Medan, red