Memperingati Peristiwa 27 Juli 1996, Darah Kering PRD Di Era Reformasi
Muhammad Ikhyar Velayati Harahap

MUDANEWS.COM, Medan – Koordinator Forum Aktivis 98 Sumut menilai rencana pertemuan antara Ketua Gerindra Prabowo Subianto, Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri sangat bernilai bagi bangsa ini.

“Pertemuan tersebut mencerminkan ketiga tokoh itu adalah negarawan negarawan sejati. Banyak sekali arti penting dari pertemuan silaturahmi tersebut,” kata Muhammad Ikhyar Velayati Harahap, Medan, Selasa ( 23/7/2019).

Ikhyar meyakini pertemuan tersebut akan mengisolasi kelompok anti pancasila. Dia mengatakan pertemuan itu juga bentuk pengakuan Prabowo bahwa demokrasi sudah berjalan dengan baik sesuai dengan hukum dan perundang-undangan.

“Pertemuan itu akan mengisolasi kelompok organisasi anti pancasila yang punya agenda khilafah dan menjadikan Prabowo sebagai Kuda Troya Politiknya. Rekonsiliasi ini menunjukkan ke publik bahwa Prabowo adalah seorang nasionalis yang cinta akan persatuan dan kesatuan bangsa, yang lebih penting lagi Prabowo mengakui proses kontestasi demokrasi ini sudah sesuai dengan hukum dan perundan- undangan,” ucapnya.

Menurut Ikhyar persatuan dan kesatuan dari berbagai elemen bangsa sangat di butuhkan untuk melawan kekuatan anti pancasila.

“Memang untuk menghadang kekuatan elemen anti Pancasila dan menjaga amanat program reformasi 98 di butuhkan persatuan dari seluruh elemen bangsa, Partai Politik, Ulama, Aktivis, TNI Pro Reformasi dan lainnya sehingga agenda agenda pembangunan bisa berjalan menuju kesejahteraan rakyat Indonesia,“ jelas Ikhyar.

Ikhyar menambahkan bahwa agar terjadi rekonsiliasi sejati, maka pertemuan tim pemenangan Prabowo dan Jokowi juga harus membuat pertemuan serupa di daerah masing-masing.

“Forum rekonsiliasi dan pertemuan antar tokoh ini harus di turunkan ke tingkat Provinsi, Kota hingga kampung. Parpol dan relawan yang tergabung dalam BPN dan TKD harus segera membuat pertemuan pertemuan serupa, sehingga rekonsiliasi dan silaturahmi bukan hanya terjadi di tingkat elit Jakarta, tetapi menular ke daerah daerah hingga akar rumput,” harapnya.

Ikhyar menegaskan bahwa bahwa Ormas Anti pancasila sejatinya musuh bangsa Indonesia, bukan hanya musuh pemerintahan Jokowi.

“Karena sejatinya Ormas anti Pancasila dan pendukung khilafah merupakan musuh bangsa, bukan hanya musuh pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” kata Ikhyar.

Sebelumnya, Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono mengkonfirmasi pertemuan tersebut. Pertemuan tersebut dilakukan pada Rabu (24/7/2019) siang.

“Kalau tidak ada halangan, besok Pak Prabowo, Ibu Mega, dan Kangmas Joko Widodo bertemu jam 12.00,” kata Poyuono kepada wartawan.

Poyuono tak merinci lokasi pertemuan itu. Dia mengatakan saat ini tempat pertemuan tengah diatur ketiga pihak.

“Nanti dulu, lagi diatur dulu ini,” ujarnya. Berita Medan, IH