Tembok Besar Zeng Wei Jian
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM – Dalam beberapa minggu ini, ada hal-hal yang sangat mengganggu saya, dari tulisan, Zeng Wei Jian !!! …

Awalnya, tuduhan dia itu membuat jidat saya mengkerut !!! Dan saya sampai berdiri berkecak pinggang !!!
“Relawan kaleng-kaleng !!!?????…
Jangan sembarangan kamu ya !!!”.

Saya memulai jadi relawan sejak pilpres 2014 ! Dilanjut dengan gerakan sosial yang menuntut keberanian menantang kebijakan pemimpin arogan!!!! Yang merobohkan, Kampung Akuarium hingga menjadi puing ! Termasuk Musholanya !!!
Bangunan pertama yqng berdiri diatas reruntuhan itu, adalah MCK doyong !!! Dan itu dari kami, relawan SK HAPPI dan aku ketumnya. Dilanjut dengan membangun kembali Mushola yang dirobohkan rezim pemimpin zolim tsb. Walaupun bangunan Mushola itu, hanya berupa Pos Kamling, karena hanya begitulah kemampuan dan kesanggupan kami membangunnya sebagai relawan sosial.

Anda tau, sahabat anda wignyo yang hanya cekrak cekrek disana, akhirnya dapat posisi strategis di pemprov. Dan kami ??? Cukuplah imbalan dari Allah Tuhan yang Maha Mengetahui dan kegembiraan warga Kampung Akuarium.

Kami kemudian ikut jadi relawan di pilkada DKI. Reputasi kami, dalam membangun posko2 terutama di Penjaringan, bisa anda tanyakan ke warga Kampung Akuarium. Jejak kami ada di Kampung Akuarium, Luar Batang, Bawah kolong tol Gedong Panjang, daerah tembok bolong, gang Sampahan waduk Pluit. Rusun Waduk Pluit.

Ketika kami mengadakan pelatihan Ok Oce dirusun Rawa Bebek, aku tunjukan PAUD yang kami kelola disana, kepada bu Ririn Wulandari. Bu Ririn bilang, “Nanti kalau mas Anies menang, minta ganti uang yang bu Maya keluarkan untuk Paud itu ke mas Anies ya Bu”. Dan sampai sekarang, kami tidak pernah meminta gantinya kepada mas Anies yang sudah jadi Gubernur.

Kemudian kegiatan kerelawanan saya lanjut ke pilkada Jateng, dengan membentuk timses Relawan di Pekalongan. Dan saya juga masuk ke Boyolali.

Ketika masa pilpres datang, kamipun mendaftar sebagai timses. Relawan saya tersebar dari Padang Sidempuan, sampai Rote. Dengan ketua para Emak-Emak Tangguh dan mandiri !!!

Tujuan kami hanya satu ! Indonesia punya pemimpin yang cerdas, sholeh dan penyayang rakyatnya serta bisa menjadi kebanggaan rakyat Indonesia dimata dunia. Sehingga bangsa Indonesia, jadi bangsa yang bermartabat, mandiri dan sejahtera. Tidak ada keinginan lain selain itu !!!!

Tiba-tiba saja, anda menuduh kami sebagai relawan kaleng-kaleng !!!! Karena kami tidak demo ke penjara dan tidak mampu mengeluarkan saudara kami yang ditahan disana !!!
Tentang demo !!! Saya juga sudah malang melintang ikut demo sejak 2014 !!! Dan saya, salah seorang pendiri Kobar !!!

Anda membuat saya marah !!! Sehingga saya jadi bertanya ??? Apa yang hendak anda sampaikan kepada kami dengan tuduhan itu !!!. Atau.. apa yang sedang anda bangun dengan tuduhan itu !!!

Tulisan berikutnya, membuat saya meradang marah lagi !!! “Poros Ketiga !!!!!!”

Awalnya aku bertanya-tanya, lalu mereka-reka, kira-kira siapa tokoh kuat yang punya dana, punya jaringan dan punya kekuatan, punya pasukan dan juga mendapat dukungan dari negara super power yang punya kepentingan besar atas Sumber Daya Alam Indonesia.

Lalu beberapa nama mucul diotakku.
Dan alangkah kagetnya aku ! Ketika engkau ungkapkan lewat tulisanmu, bahwa poros tengah itu mereka yang datang ke MK ! Yang tidak patuh pada perintah pak Prabowo !!!

Aku mengistigfarkan diri beberapa kali !!! Karena tokoh yg tampil di MK itu yang berposisi sebagai korlap adalah Bapak Abdullah Hehamahua. Seorang tua yg sudah sepuh dan berbadan ringkih. Seorang yang sangat sederhana. Yang aku yakin, tidak punya jaringan kuat,tidak punya dana kuat ! Tidak punya dukungan militan yang kuat. Seorang lelaki tua yang sudah tidak punya ambisi keduniaan selain keinginan berbuat baik untuk anak bangsa. Dan aku beserta keluarga besar SK HAPPI juga hadir disana. Kami makan besar disana yang sambel, lalapan dan ikan asin, asli dari kampung Akuarium ! Dari kebon pak Dul !

Teganya kalian menuduh kami “POROS KETIGA !”

Aku menarik nafas panjang ketika selesai membaca tulisanmu yang berikutnya. “Saya Tegak Lurus Bersama Prabowo”.
Apakah engkau hendak mengatakan bahwa “Kami tidak berdiri tegak lurus bersama pak Prabowo ???!!!!”.

Ya … kami memang tidak berdiri tegak lurus bersama pak Prabowo. Karena kami hanyalah orang yang mencoba untuk bisa berdiri tegak lurus dijalanNya. Jika pak Prabowo juga berdiri lurus dijalanNya maka serta merta kami dan Pak Prabowo sama-sama berdiri tegak lurus dijalanNya.

“HENTIKANLAH MEMBUAT TEMBOK BESAR PEMISAH ANTARA KAMI DAN PAK PRABOWO !!! ITU AKAN MERUGIKAN PAK PRABOWO SENDIRI. KARENA BELIAU MENJADI TERKURUNG SEPERTI SEORANG RAJA DI KOTA TERLARANG !!!!

BERHENTILAH MEMFRAMING KAMI SEPERTI WAHONO !!! KARENA SI WAHONO ITU TIDAK BERIMAN PADA AJARAN TUHANNYA ATAU BARANGKALI DIA TIDAK PUNYA TUHAN YANG DIIMANINYA !!! SEDANGKAN KAMI, TUNDUK PADA IJTIMA ULAMA. KEPADA ULAMA KAMI SAJA, KAMI TUNDUK ! APALAGI KEPADA AJARAN TUHAN KAMI !!!

MAKA BERHENTILAH MENAKUT-NAKUTI KAMI AKAN MENGIKUTI JEJAK WAHONO, YANG MEMINUM AIR SABUN DAN GANTUNG DIRI KARENA KECEWA !! FRUSTASI DAN KALAH !!!

MAAF ZENG WEI JIAN
Aku masih akan menulis tentang tembok-tembok besarmu yang lainnya. Tembok besar yang coba menyingkirkan kami sebagai relawan. Dan kemudian engkau menyodorkan pilihan kepada kami untuk bunuh diri seperti Wahono !!!

Oleh: Maya Amhar