Demokrasi Di Mata Indonesia
Rahmat Nuriyansah

MUDANEWS.COM – Siapa sangka wajah demokrasi ditubuh Indonesia semakin menjadi bahan yang tidak memiliki moralitas lagi. Pasalnya, Barat terlalu ikut campur dalam mem-brandstroming Indonesia melalui trade war dan yang lainnya.

Subtansi Demokrasi tidak pernah ada Bagi Bangsa Indonesia. Yang ada hanyalah faham-faham Barat yang mengakar di Indonesia dengan tujuan untuk merampas kekayaan Indonesia melalui moralitas dan kekayaan sumber daya alamnya.

Sudah tidak sepatutnya Indonesia dijejali Demokrasi yang jelas ajarannya bertentangan dengan norma serta nilai-nilai Pancasila dan ajaran nenek moyang kita. Sebagai Bangsa Indonesia harus mampu menyadari bahwa ajaran-ajaran didalam Demokrasi hanya meruntuhkan kesuritauladanan Bangsa Indonesia.

Sampai saat ini yang sedang ramai dibicarakan elite politik ”wajah demokrasi kita”. Demokrasi tidak memiliki wajah di Indonesia karena secara historis bertentangan dengan Pancasila. Seharusnya elite politik & Pemerintah fokus pada pengembangan Potensi Indonesia baik secara SDM & SDA melalui Pancasila.

Hal yang paling mendasar, yang belum dikaji oleh Elite Politik & Pemerintah adalah soal bagaimana Pancasila mampu menjadi Sistem dalam Berbangsa dan Bernegara. Bahwa Pancasila adalah Tekhnologi (blueprint) dalam melestarikan budi pekerti, kasih sayang, tenggang rasa, tolong menolong, tidak acuh tak acuh dan rela berkorban baik dalam Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Politik, Hukum, Sosial dan Budaya (sense of belonging).

Wajar bilamana market politik yang dibangun hanya sebatas pemenuhan kebutuhan pasar (trade of market political). Mau tidak mau, suka tidak suka belum pernah merujuk kepada Risalah dan Potensi Bangsa Indonesia yang terikat oleh ruang dan waktu seperti ajaran nenak moyang kita harus “gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo” dalam menjadi Indonesia terbaharukan.

Rahmat Nuriyansah Ketua Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan & Eksplorasi Tekhnologi PKC PMII Jawa Barat.