Demo Anti Cina
Net/ilustrasi

MUDANEWS.COM – Minggu kemarin 9 Juni 2019 demonstrasi damai di negeri yang masih punya garis keturunan langsung dengan Cina. Ratusan ribu rakyat Hongkong menolak RUU ekstradisi tersangka kasus kriminal dikirim ke negeri komunis untuk di adili.

Hongkong melakukan perlawanan terhadap Cina sama seperti rakyat Malaysia. Sebagian besar peranakan Cina beberapa tahun lalu turun ke jalan untuk suarakan anti Cina.

Demonstrasi turun kejalan untuk mengetuk hati penguasa yang hampir seluruh media massa dalam dan luar negeri menyiarkannya.

Tidak ada tindakan represif aparat keamanan seperti di negeri Thailand yang memukuli rakyatnya. Alasannya ada tindakan sengaja memprovokasi petugas.

Media massa dengan transparan memberikan berita sesuai fakta di lapangan. Tidak seperti di Thailand media sosial di blokir dan media elektronik dan cetak di paksa melacurkan idealisme serta kode etik wartawan. Paham sampai disini!

Mereka sadar siapa Xin Jinping yang ambisius dengan projects OBOR.

Sangat disayangkan sebagian rakyat ini adalah sahabat dan kawan menutup mata. Entah karena ketidaktahuan atau pemuja tanpa syarat pemimpin yang dinabikan, sehingga mematikan otak kiri untuk berfikir logis.

Pribumi adalah pemilik kedaulatan negara dan pribumi tidak boleh jadi budak warga negara asing. Pribumi harus menjadi tuan di tanah kelahirannya.

Logika sesat kebijakan pemerintah negara berkembang memberikan kemudahan kepada Cina untuk menguasai negeriku.

Saat kritis pada kebijakan pemerintah yang sudah keluar dari rel, berada dalam jalur yang salah pasti akan temukan tiga hal.

1. Tindakan represif pemerintah pada dunia digital.
2. Tindakan represif aparat keamanan di dunia nyata menangkapi Dog Watch
3. Tindakan represif sahabat dari pemegang kunci surga dengan segala caci makinya umat yang akan penuh sumpah serapah dan kata sarkastik.

Hongkong dan Malaysia adalah contoh alias panutan gambaran nasionalisme dari mayoritas rakyat yang bangkit karena keadaan. Beda sama negara berkembang dengan kode +628.

Menunggu kaum dogmatis sadar bahwa kepala negara adalah milik bandar, sama saja menunggu harimau menjadi vegetarian.

Pimpinan negara Thailand adalah hamba dari timur yang akan selalu taat, patuh pada sang Tuan. Jangan tanyakan nasionalisme pada kepala negara?

Banyak kejadian orang Cina sangat diperlakukan istimewa.

Nasionalisme dan patriotisme pemimpin pada sang bandar dan Xin Jinping. Cintamu pada rakyat pribumi pahit seperti topi miring pak presiden.

Penulis adalah Sayuh