Pilkada Batu Bara
Calon Bupati Batu Bara Zahir, diduga telah melakukan pelanggaran ketentuan KPUD dengan melakukan kegiatan politik di malam hari.

MUDANEWS.com, Batu Bara l Pasangan Calon nomor urut 3, Zahir – Oky diduga telah kompak untuk melanggar ketentuan Kampanye dalam Rapat Umum yang dibatasi oleh waktu. Hal tersebut terjadi ketika pasangan Zahir – Oky yang melakukan kegiatan politik di malam hari sampai larut malam pada dua tempat berbeda, selasa (20/03/2018), dimana kegiatan di ruang terbuka dibatasi oleh KPUD Batu Bara dari pukul 09.00 sampai 18.00 WIB.

Untuk diketahui, seperti pantauan awak media bahwa pada hari Selasa (20/03) kedua pasangan tersebut melakukan kegiatan politik di dua tempat berbeda, Calon Bupati Zahir melakukan kegiatan di Desa Mangkai Lama Kecamatan Lima Puluh dengan agenda Pelantikan Tim Pemenangan untuk Desa Mangkai Lama, Mangkai Baru dan Sumber Makmur di satu tempat, yaitu Lapangan Volly di Dusun VI Desa Mangkai Lama, acara tersebut dimulai pada pukul 21.30 WIb sampai pukul 23.00 WIB.

Senada dengan Calon Bupatinya, Oky Iqbal Prima juga melakukan hal yang sama, yaitu melakukan kegiatan politik di malam hari di Desa Tanjung Mulia untuk Pelantikan Tim Pemenangan Desa Tanjung Mulia, Desa Tanjung Kubah dan Desa Tanjung Harapan dan kegiatan tersebut dilakukan diluar ruangan dimulai pada pukul 21.00 WIB.

Pilkada Batubara
Senada dengan Calon Bupatinya, Oky Iqbal Prima calon wakil Bupati Batu Bara nomor urut 3, juga diduga telah melakukan pelanggaran ketentuan KPUD Batu Bara

Menanggapi hal ini, mudanews.com mencoba mengkonfirmasi pihak Panwaslu Batu Bara via telepon selular, namun sepertinya pihak Panwaslu Batu Bara belum mengetahui dan belum mendapat laporan mengenai kegiatan tersebut.

Tokoh Pemuda Batu Bara, Yakat Ali, sangat menyayangkan apabila ada kegiatan paslon yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh KPUD Batu Bara.

“melanggar aturan bukanlah contoh yang baik, tunjukkan bahwa paslon bisa taat aturan agar dapat menarik simpati masyarakat” ujar Yakat Ali.

Sementara itu ditempat berbeda, Dayat, pengamat Politik Batu Bara ketika ditanya pendapatnya mengenai hal tersebut mengatakan bahwa hal ini sebuah Preseden buruk bagi pasangan calon yang tentunya akan merugikan.

“apabila kegiatan ini benar adanya, maka ini merupakan pelanggaran yang direncanakan dan telah menunjukkan sesuatu yang tidak baik menuju kepemimpinannya nanti” ujar Dayat.Ig/MN