Darwis
Cabup Darwis M.Si saat berdialog bersama nelayan di tempat pelelangan ikan di Desa Nenassiam, Kabupaten Batubara/foto ; Istimewa

MUDANEWS.com, Batu Bara l Ratusan nelayan di Kabupaten Batu Bara menyampaikan keluh kesahnya kepada salah satu Calon Bupati (Cabub) kabupaten Batu Bara Sumut, Darwis. Keluh kesah itu disampaikan saat Darwis, sapaan akrabnya, berkampanye di Desa Nenasiam, Kecamatan Medang Deras, minggu (18/03/2018). Para buruh nelayan berharap, jika cabup nomor urut dua itu memenangkan Pemilihan Bupati (Pilbub) yang sebentar lagi akan diselengarakan pada 27 juni 2018 ini, bisa mengatasi persoalan yang selama ini mereka alami.

Salah satu keluhan utama para nelayan itu yakni perbaikan infrastuktur jalan di desa tersebut yang rusak parah. Jalan desa sepanjang 1,8 kilometer itu kondisinya berlubang dan sempit, sehingga kendaraan dari dua arah harus saling bergantian saat akan melintas.

Selain masalah infrastruktur, persoalan muara dangkal perairan sungai juga menjadi bahan keluhan para nelayan. Mereka berharap, pemerintahan Batubara ke depannya bisa melakukan pengerukan muara besar-besaran. Karena kondisi pendangkalan didesa itu telah menyebabkan banyaknya perahu warga yang rusak akibat tersandung batu dan lumpur.

“Kami juga mengharapkan Pak Darwis dapat memudahkan proses pengurusan izin kapal yang sulit dan banyak birokrasinya,” kata seorang warga, Ucok Seban (45), di lokasi pelelangan ikan di desa tersebut.

Dia membeberkan, pengurusan izin kapal besar di atas 10 GT harus ke Pemerintah Provinsi (Pemprov), sedangkan di bawah 10 GT izinnya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Karena pengurusan izin yang susah birokrasinya, kami sebagai warga nelayan jadi enggan mengurus izin, namun dampaknya kapal nelayan kerap dikejar bahkan dibakar petugas saat operasi.

“Sebenarnya kami selaku buruh nelayan tidak rewel dan ribut pak. Mohon masalah urus izin diarahkan dan dipermudah, itu saja pak. Kami mau kok, asal jelas berapa harganya, jangan dipersulit. Mohon pak Darwis perhatikan masalah izin ini,” ucap Rusli, nelayan lainnya.

Saat blusukan di lokasi pelelangan itu, Darwis tampak berdialog dengan warga. Dalam perbincangannya, dia menceritakan pengalaman curhatan seorang warga yang anaknya hilang di laut dan sudah berusaha mengurus asuransi ke salah satu dinas di Batubara, namun hasilnya nihil.

“Kalau ado takdirnyo, Insya Allah, soal izin kito permudah. Termasuk masalah permintaan asuransi nelayan,” katanya.

Menurutnya, masalah sungai yang dangkal, tanggul yang mau jebol, bahkan tambatan-tambatan yang dangkal, pekerjaan buruh yang susah dan murah, adalah sekelumit permasalahan yang kompleks di kampung ini.

“Upah hanya Rp. 1,5 juta per bulan, kan tidak cukup, kekurangannyo dari mano? mereko dapatkan dari rentenir. Ini yang cubo akan kito ubah polanyo dan pasti kami bantu,” ucapnya.

Darwis menjelaskan, menjadi pemimpin harus memberikan solusi besar melindungi masyarakat yang tidak mampu.

“Ketika pendapatan ekonomi kito rondah, mako urusan pendidikan, sembako, kesehatan bisa disubsidi oleh negaro kito ni, sehingga dengan uang terbatas kedepanyo para nelayan kito harus totap bisa hidup layak”. Tutur Darwis mengakhiri. T/MN