Pilkada Batubara
Ratusan mahasiswa dan Pemuda Batubara menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati Batubara.

MUDANEWS.com, Batubara | Ratusan Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda di kabupaten Batubara mendesak agar Pjs Bupati Batubara Faisal Hasrimy agar pergi dari Kabupaten Batubara, karena diduga telah menyalah gunakan kewenangannya, Senin (05/03/2018).

Dalam orasinya, pimpinan aksi Ahmad Fatih sultan mendesak agar Pjs bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung 27 juni 2018 mendatang.

“jangan hanya menghimbau PNS untuk bersikap netral, anda juga harus netral.”tegasnya.

Sultan juga menduga bahwa Pjs Bupati sudah berberapa kali melakukan pertemuan dengan Tim sukses salah satu calon Bupati yang ada di Batubara, ini menunjukkan sikap Faisal dianggap tidak netral.

Berbagai kegaduhan politik pun terjadi semenjak Faisal menjabat, yaitu merotasi sejumlah pejabat dari eselon II, III, hingga IV dilingkungan Pemkab Batubara, dimana perotasian tersebut diduga sarat dengan kepentingan.

“Bayangkan sesorang yang baru menjabat baru dua minggu, sudah melakukan perombakan sedemikian rupa. ini ada apa?” teriak masa.

Masa juga mendesak agar Menteri Dalam Negeri untuk segera mencabut keputusannya Nomor 131.12-228 tahun 2018 tentang penunjukan Pjs Bupati Batubara selama Wakil Bupati Batubara menjalankan cuti di luar tanggungan negara untuk melaksanakan kampanye pada Pilkada tahun 2018 dari tanggal 15 Februari 2018 sampai dengan 23 Juni 2018.

Selain itu, Abdurrahim koordinator lapangan menegaskan, “Ingat Pesan Gubernur Sumatera Utara saat melantik dirimu, Tengku Herry telah berpesan agar PJS Bupati Batubara agar dapat bersifat netral, dan menjamin kenetralisan Pegawai Negeri Sipil yang ada di kabupaten Batubara.”

“Oleh karena itu, kami mendesak agar Gubernur Sumatera Utara segera mengganti Pjs Bupati Faisal Hasrimy kepada orang yang lebih profesional, kami tidak ingin ada konflik horizontal yang lebih luas terjadi dibumi sejahtera Berjaya, dan kami tidak mau kampung halaman kami dipimpin oleh amatiran yang hanya menjadikan tanah sejahtera Berjaya sebagai tempat mereka yang haus kekuasaan.” ujar Asro, salah satu orator pemuda.

“kami tentu tidak akan diam begitu saja, aksi ini akan terus kami lakukan, sampai kegaduhan yang terjadi dapat selesai oleh Pjs Bupati”. ujarnya. Erwin/MN