JAMINSU
Net/Logo JAMINSU

MUDANEWS.COM, Medan – Jaringan Mahasiswa Intelektual Sumatera Utara menganggap Kelompok Cipayung Plus telah mendiskreditkan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi.

Hal itu menyusul diskusi bertopik ‘Quo Vadis Pembangunan Sumatera Utara’ yang dihadiri anggota DPR RI Effendi Simbolon di Hotel Santika Dyandra, Sabtu (2/9/2017). Dalam diskusi itu beberapa orang aktivis Cipayung plus sempat melontarkan pernyataan yang bagi Jaminsu sudah menjelekkan Tengku Erry.

“Pernyataan yang mengatasnamakan aktivis kelompok Cipayung Plus Sumut sebagai ambisi dari oknum politisi yang hadir dalam acara tersebut yang ingin bersaing dalam Pemilihan Gubernur Sumut di Pilkada 2018 mendatang. Saya prihatin dan menyesalkan sikap kelompok Cipayung yang mengkritisi Tengku Erry Nuradi sebagai bentuk ‘pesanan’ tersebut,” Kata Ketua JAMINSu Irwan Lubis, Selasa (5/9/2017).

Pernyataan-pernyataan yang dilontarkan kelompok Cipayung Plus dalam pertemuan itu juga menurut Irwan semakin menimbulkan pertanyaan. Dari data yang dihimpun, dalam pertemuan itu dihadiri oleh kelompok yang mengatasnamakan Cipayung Plus yakni, Himpunan Mahasiswa Islam, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia dan Generasi Muda FKPPI.

“Jangan sampai nama Cipayung yang sudah besar sejak dulu tercoreng gara-gara syahwat politik oknum tertentu,” ujar Irwan.

Dia pun berharap, kritik yang muncul dari para mahasiswa itu adalah bentuk kepedulian terhadap Sumut. Jangan sampai kritik yang disampaikan adalah ‘pesanan’, apalagi jelang pertarungan politik di 2018 mendatang.

Hal senada juga disampaikan Ketua Harian JAMINSU Muhammad Isa. Dia mengatakan, forum Cipayung plus seharusnya bisa memberi masukan positif untuk pembangunan Sumatera Utara.

“Kelompok cipayung punya nama besar karena sudah banyak melahirkan tokoh di Sumatera Utara dan bahkan Nasional. Untuk itu tidak lah elok jika sekelas Kelompok Cipayung mau bermain politik praktis. Apalagi jika ada sesuatu imbalan politik murahan,” pungkasnya.

Dilansir dari medanbisnisdaily.com, Sekretaris Jenderal GMNI Fredo Sitindaon menyebutkan, arah pembangunan Sumut ibarat seekor kepiting. Matanya mengarah ke depan tetapi kakinya bergerak ke kiri.

Dia juga mengatakan, Erry adalah pemimpin yang tidak baik karena dipilih dari proses yang tidak benar.

“Kalau proses terpilihnya saja tidak benar, bagaimana outcome-nya mau baik. Lihatlah Erry Nuradi, apa dia bagus,” tegas Fredo.

Baik IMM, PMII, GMKI maupun HMI, melalui pimpinan masing-masing yang tampil sebagai pembicara, muatannya nyaris seragam. Menyimpulkan bahwa kepemimpinan Erry Nuradi tidak mampu memenuhi ekspektasi publik Sumatera Utara. Berita Medan, Yogoy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here