PPDB SMAN 1 Padang Tualang
Tampak halaman dan plank nama sekolah SMA Negeri 1 Padang Tualang.

MUDANEWS.COM, Langkat – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 bertujuan untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, akuntabel, transparan, dan tanpa diskriminasi sehingga mendorong peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan.

Konsep tersebut, ditujukan untuk transparansi dalam penyeleksian siswa didik baru. Namun faktanya masih saja ditemui oknum guru ‘nakal’ yang diduga nekad memanipulasi data domisili calon peserta didik.

Seperti yang terjadi di SMAN 1 Padang Tualang, seorang oknum guru berinisial N diduga melakukan manipulasi data domisili seorang calon peserta didik berinisial MA. Perbuatan Nur tersebut bertujuan agar calon siswa yang bersangkutan bisa lolos seleksi di SMA Negeri 1 Padang Tualang.

Dengan Modus, Nur memanipulasi data kordinat domisili MA yang seharusnya di Dusun Sumberejo, Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan dengan sengaja diubah menjadi Dusun Wonosari/Boyan – Dusun Jati Mulio, Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang.

Menurut petunjuk tekhnis (juknis) penyelenggaraan PPDB SMA-SMK Negeri Provinsi Sumatera Utara tahun pelajaran 2019/2020, maka peserta didik berinisial MA tersebut memperoleh nilai sebagai berikut: Nilai rata-rata UN 51,00 x 40% = 20,40.

Dari hasil tersebut ditambahkan skor zonasi berdasarkan domisili yaitu 34,00. Jadi, seharusnya MA mendapatkan nilai 54,40, namun skor PPDB yang ditampilkan secara online adalah 64,60.

“Seharusnya, skor MA itu gak segitu. Kalau kordinat domisilinya di Dusun Sumberejo sesuai dengan aslinya, nilai dia cuma 54,40 bukan 64,60 bang,” ujar salah seorang wali siswa yang keberatan atas adanya dugaan kecurangan tersebut, Sabtu (29/6/2019).

“Anehnya lagi, seharusnya yang daftarkan dia (MA) untuk ikut seleksi itu wali nya, bukan operator PPDB di sekolah itu bang,” lanjut narasumber yang meminta namanya jangan disebutkan.

Menurut informasi yang diperoleh, oknum guru berinisial N adalah keponakan dari oknum Sekdes Sei Bamban berinisial MR yang merupakan orangtua dari peserta PPDB berinisial MA. “N itu msih ada hubungan famili dengan MA bang,” bebernya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Syaiful Abdi saat dikonformasi Minggu (30/6/2019) via ponsel tidak aktif dan dikirim pesan WhatsApp terkait adanya kecurangan tersebut juga tidak ada tanggapan.

Terpisah, Kepala Sekolah SMAN 1 Padang Tualang, Agus Sujoko, MPd saat dikonfirmasi awak media via handphone tidak menjawab dan di WhatsApp, meskipun tampak sedang online.

Saat di konfirmasi melalui via ponsel Minggu (30/6) jam 10.00 WIB, Katemin selaku Wakil Kepala Sekolah. Dirinya akan menanyai oknum guru nakal yang memanipulasi data tersebut.

“Saya tidak tau bang kalau pun melalui jalur prestasi hanya cuma satu orang siswa aja bang, tapi walaupun demikian saya akan cari tau kebenarannya. Kalau bisa Senin datang aja ke sekolah bang,” cetus Katemin.

Orangtua siswa berharap, agar pihak terkait mengusut dugaan kecurangan yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam penyelenggaraan PPDB, khususnya di SMAN1 Padang Tualang.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Pendidikan Sumatra Utara belum angkat bicara terkait PPDB Bergaya Online ini, karena sejak diberlakukan tahun 2017 lalu, PPDB sudah menguras anggaran daerah sebesar Rp. 9,5miliar. Namun Arsyad yang coba beberapa kali dihubungi wartawan enggan memberikan keterangan meskipun sudah dititipkan pesan isi konfirmasi di sellulernya. Demikian juga Plt Sekreataris Disdik Ruslan yang menjadi Ketua Panitia PPDB Online Sumut 2019 tentang fenomena PPDB Bergaya Online ini.

Sementara itu, salah seorang wakil rakyat di DPRD Sumut, Ikrimah Hamidy sempat beberapa hari sebelumnya minta data temuan wartawan tentang tidak terselenggaranya dengan baik PPDB di Sumut.

“JIka memang ada temuan akan kita sampaikan kepada Gubsu karena masalah PPDB ini menjadi bahagian dari cita-cita menuju Sumut yang bersih dan bermartabat,” sebut Ikrimah Hamidy. Berita Langkat, Wahyu