Foto: Kepala Biro Humas, Data dan Informasi, Mastuki.
Foto: Kepala Biro Humas, Data dan Informasi, Mastuki.

MUDANEWS.COM, Jakarta – Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) saat ini berada dalam posisi yang cukup diperhitungkan, di level nasional dan internasional. Oleh karena itu, bersamaan dengan perkembangan yang cukup meningkat di PTKN, kehumasan perlu diperkuat.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas, Data dan Informasi (HDI) Mastuki ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pengelolaan Komunikasi Publik, di Jakarta, Selasa (31/10).

Di hadapan peserta kegiatan yang merupakan para Kasubbag Humas dari PTKN di seluruh Indonesia ini, Mastuki mengatakan bahwa transformasi IAIN ke UIN mengalami lompatan luar biasa.

“Perkembangan ini satu sisi di internal mengharuskan perubahan-perubahan orientasi dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi,” ujar Karo HDI.

Mastuki memandang bahwa informasi-informasi mengenai perkembangan perguruan tinggi pada tataran internal belum menjadi kesadaran kolektif dari semua warga kampus. Menurutnya, masih ada sekat pemisah antara level akademik dan level administratif, sehingga ranah akademik dengan ranah administratif di perguruan tinggi terpisah.

“Persoalan-persoalan akademik tidak menjadi perhatian kawan-kawan yang di bagian administratif demikian juga sebaliknya,” tutur Mastuki.

Ia menambahkan, bahwa menjadi humas di perguruan tinggi harus memiliki kesadaran persoalan akademik, harus mengetahui persoalan-persoalan berkaitan dengan kemahasiswaan, publikasi, perpustakaan bahkan kerja sama-kerja sama dengan pihak luar. Karena pada dasarnya ranah kerja sama perguruan tinggi hampir 80% berkaitan dengan dunia akademik.

“Sekarang bagaimana humas dapat bekerja dengan baik karena hampir semua ranah kerja sama di perguruan tinggi adalah akademik,” tegasnya

Selanjutnya Mastuki mengatakan bahwa humas harus memperkuat posisinya di hadapan pimpinan, dengan cara menunjukkan kinerja (performance). Selain performance subbagian humas, juga performance individu seperti penampilan yang representatif sebagai seorang humas.

Ia juga berpesan agar senantiasa mengupgrade pengetahuan tentang kehumasan, seperti ikut pelatihan dan bertanya kepada mereka yang telah terjun terlebih dahulu di bidang kehumasan.

“Hal yang pertama harus dilakukan adalah belajar sebanyak-banyaknya mengenai kehumasan,” ujarnya. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here