Foto: Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin saat memberikan pengarahan Rapat Persiapan dan Optimalisasi Pelaksanaan Program SBSN PTKI Tahun 2018, Kamis (26/10).
Foto: Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin saat memberikan pengarahan Rapat Persiapan dan Optimalisasi Pelaksanaan Program SBSN PTKI Tahun 2018, Kamis (26/10).

MUDANEWS.COM, Jakarta – Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin mengatakan, tahun 2018 merupakan puncak dari pembangunan infrastruktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negera (SBSN).

“Mulai tahun 2019, anggaran SBSN akan juga diorientasikan untuk membangun madrasah. Anggaran infrastruktur madrasah masih sangat kecil jika dibandingkan dengan PTKIN,” kata Kamaruddin Amin saat memberikan pengarahan Rapat Persiapan dan Optimalisasi Pelaksanaan Program SBSN PTKI Tahun 2018, Kamis (26/10).

Menurut Kamaruddi, setiap tahun idealnya Kemenag dapat merenovasi 8000 ruang kelas madrasah. Sebab, saat ini ada puluhan ribu ruang kelas madrasah yang sudah rusak, mulai dari rusak berat, ringan, hingga sedang.

Namun, anggaran yang saat ini teralokasikan baru bisa mengcover 10% saja. Karenanya, mulai 2019, dia juga akan mulai memfokuskan skema pembaiyaan SBSN pada penguatan infrastruktur madrasah, di samping meneruskan yang PTKIN.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Agama terus melakukan pembangunan infrastruktur PTKIN, baik UIN, IAIN, maupun STAIN. Tahun 2017 misalnya, Kemenag telah membangun sarana dan prasarana pendidikan di 32 PTKIN dengan total anggaran Rp1.05 triliun.

Tahun 2018 mendatang, anggaran itu bahkan bertambah menjadi Rp1.3 triliun untuk membangun sarana pendidikan di 34 PTKIN. Kini, PTKIN telah bertransformasi menjadi lembaga pendidikan dengan sarana pendidikan yang bagus dan megah.

Di hadapan para Rektor, Kepala Biro dan PPK yang hadir, Kamarudin Amin meminta agar tata kelola SBSN diperbaiki dan dijaga dengan baik.

“Pengalaman masa lalu yang kurang baik jangan terulang kembali dan harus dijadikan pelajaran berarti. Misalkan dalam hal lelang konsultan maupun konstruksi harus dilakukan dengan benar dan objektif,” tegasnya.

Kamarudin juga mengingatkan bahwa mengelola amanah angagran besar tidaklah mudah. Karenanya, para pimpinan dan PPK PTKIN harus dapat bekerjasama dengan baik dan amanah.

Rapat Persiapan dan Optimalisasi Pelaksanaan Program SBSN PTKI Tahun 2018 dilaksanakan pada tanggal 25 – 27 Oktober 2018 di Jakarta. Hadir perwakilan 34 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri penerima SBSN 2018, Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro, PPK, Nur Yasin Kasi Sarpras PTKIN, Otisia Arinindiyah Kasi Sarpras pada PTKIS, dan Ruchman Basori Kasi Kemahasiswaan. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here