Foto: Direktur Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren, Ahmad Zayadi.
Foto: Direktur Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren, Ahmad Zayadi.

MUDANEWS.COM. Semarang – Puncak peringatan Hari Santri tahun 2017, selain menghadirkan ribuan santri, kyai, dan tokoh-tokoh akan akan melantungkan shalawat Nabi di Lapangan Simpang Lima Semarang, Sabtu (21/10) malam. Ada 31 komikus yang akan menuangkan kreativitasnya di atas 300 meter kanvas tentang kiprah santri dalam perjuangan bangsa.

Direktur Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Ahmad Zayadi menyampaikan, dari 31 komikus yang akan menjadi bagian dari Pencatatan Rekor MURI atas pembuatan komik terpanjang, ada beberapa komikus yang berasal dari negara lain, di antaranya datang dari Malaysia.

“Ini menarik, dan sejauh ini memang sudah ada hubungan akademik Indonesia-Malaysia,” ucapnya.

Ia mencontohkan, saat lomba Kartun Komik dan Kartun Street Gebyar Hari Santri 2017, dari hampir 3.000 naskah yang diterima, ada naskah dari seniman komik Australia, Malaysia, Singapura, dan sejumlah negara lainnya.

“Artinya, santri sudah mendunia,” katanya.

Dijelaskannya, mengapa kita konsen di budaya semacam ini pada peringatan Hari Santri, kita ingin mendapat segmen lain, kalau kita merayakan Hari Santri dengan cara yang biasa dilakukan di pesantren, maka segmennya hanya untuk di kalangan pesantren saja. Kita ingin memperluas, yaitu untuk Indonesia dan dunia. Potensinya sudah ada,” ujarnya.

Misalnya, saat proses-proses itu sudah ada, misal kita memiliki program tahfid Alquran, tamatan program itu, tidak hanya lalu menjadi pimpinan pesantren di Indonesia, tapi di pesantren beberapa negara, misal di Perth Australia, ada pesantren Sulaimaniyah yang pimpinannya orang Indonesia, begitu juga di Korea Selatan dan Rusia. (red)
1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here