Foto: Muhammad Abdul Faqih, santri peraih terbaik III Musabaqah Hafalan Quran tingkat Internasional 2017 di Saudi.
Foto: Muhammad Abdul Faqih, santri peraih terbaik III Musabaqah Hafalan Quran tingkat Internasional 2017 di Saudi.

MUDANEWS.COM, Jakarta – Indonesia kembali unjuk prestasi di ajang Musabaqah Hafalan Alquran tingkat Internasional yang diselenggarakan di Arab Saudi. Dua delegasi yang dikirim oleh Kementerian Agama berhasil menorehkan prestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Kedua santri itu adalah Muhammad Abdul Faqih (Faqih) dari Jawa Tengah dan Muhammad Khairurrazaq (Razaq) dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Di ajang internasional ini, Faqih meraih terbaik III cabang hafalan Alquran 30 juz, sedang Razaq menduduki peringkat VII cabang hafalan Alquran 15 juz,” terang Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam, Khoiruddin, di Jakarta, Minggu (15/10).

Menurut Khoiruddin, capaian kedua santri ini membanggakan dan juga mengharumkan nama bangsa. Sebab, ajang musabaqah ini diikuti lebih dari 80 negara, dari berbagai Benua. Dari Afrika, ada peserta dari Afrika Selatan, Djibouti, dan Nigeria. Dari Eropa, ada Bosnia, Norwegia, dan Inggris.

“Dari Asia Tenggara, selain Indonesia, ada Malaysia, Thailand, Kamboja, Filipina, dan Brunei Darussalam,” terangnya.

Khoiruddin menambahkan kedua santri tersebut diikutkan dalam ajang internasional seiring prestasi yang mereka raih pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional tahun 2016 yang digelar di NTB.

“Faqih adalah peserta Terbaik II cabang tahfizh 30 juz pada MTQ Nasional di NTB, sedang Razaq adalah peserta Terbaik I cabang tahfizh 15 juz di ajang yang sama pada Tahun 2016,” ujarnya.

“Atas prestasi ini, Faqih mendapat hadiah dari Arab Saudi senilai SAR80.000. Juara dua diraih peserta dari Nigeria mendapat SAR100.000, sedang juara satu diraih peserta dari Bangladesh dan mendapat hadiah SAR120.000,” tutur Khoiruddin.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi, Mastuki mengatakan, kalau Faqih dan Razaq hari ini akan kembali ke Indonesia. Mereka dijadwalkan akan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (16/10) pukul 09.00 WIB.

“Sebagaimana delegasi Indonesia yang berprestasi di beragam cabang lainnya, kedatangan Faqih dan Razaq juga akan disambut secara resmi di Bandara. Rencananya, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Direktur Penais Khoiruddin akan langsung menyambut kedatangan para santri yang sudah mengharumkan nama bangsa,” terang Mastuki.

Tidak sekadar menyambut, kata Mastuki, apresiasi atas prestasi yang mereka capai juga sudah disiapkan oleh Kementerian Agama, baik dari Ditjen Bimas Islam maupun Ditjen Pendidikan Islam.

“Seiring momentum hari santri, mereka akan menjadi tamu istimewa dalam puncak peringatan Hari Santri di Semarang, 22 Oktober mendatang,” katanya.

Muhammad Abdul Faqih tercatat sebagai santri Pondok Pesantren Al Falah, Ploso. Selain mengaji, Faqih menyelesaikan pendidikan formalnya (MTs dan MA) di salah satu pesantren terbesar di Kediri dan Jawa Timur tersebut. Saat ini, Faqih sedang mengaji Qira’ah Sab’ah di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here