Foto: Rapat Pimpinan Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag, Senin (11/9).
Foto: Rapat Pimpinan Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag, Senin (11/9).

MUDANEWS.COM, Jakarta – Pasca terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan menyiapkan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Pendidikan Karakter.

Pernyataan itu disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, saat memimpin Rapat Pimpinan Lengkap Pejabat Eselon I, II, III dan IV Ditjen Pendididikan Islam di Kantor Kementerian Agama.

“Perpres 87/2017 perlu dioperasionalkan melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) untuk diimplementasikan di lembaga-lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama RI,” terang Kamaruddin Amin, Senin (11/9).

Guru Besar Hadits UIN Alaudin Makasar ini minta jajarannya untuk memahami substansi Perpres 87 Tahun 2017 karena Kementerian Agama adalah pemain utama atau stakeholders utama dalam Penguatan Pendidikan Karakter di negeri ini.

Selain itu, Kemenag juga harus segera menyiapkan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis, agar pendidikan karakter efektif dijalankan di madrasah, pondok pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah, TPQ, PAI pada Sekolah dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

“Saya minta para Direktur segera mempresentasikan draf awal disain pendidikan karakter, dengan konten yang komprehensif dan bagus. Pendidikan karakter pada pendidikan Islam konkritnya seperti apa? Bagaimana menanamkan nasionalisme, karakter religuisitas, gotong royong dan kemandirian di kalangan madrasah?,” tuturnya.

“Peserta didik di Madrasah sejak masuk sekolah, mengikuti proses pembelajaran hingga pulang apa yang bisa kita lakukan, agar nilai-nilai karakter bisa ditanamkan dengan baik,” sambungnya.

Dalam hal penanaman pendidikan karakter di pondok pesantren, Kamarudin menyebut beberapa kegiatan yang selama ini sudah berjalan, misalnya: apel kebangsaan, penyelenggaraan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), dan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN).

Kepada Direktur Pendidikan Agama Islam, Kamaruddin minta agar kegiatan Pentas PAI yang tahun ini akan digelar di Aceh dan juga Perkemahan Rohani Islam (rohis) dapat didesain untuk memperkuat karakter, moral dan akhlakul karimah peserta didik di sekolah semakin mantap.

Selain membahas implementasi pendidikan karakter pada lembaga pendidikan Islam, Rapim juga membahas Pendis Expo, progress raport program dan kegiatan Ditjen Pendidikan Islam.

Dalam kesempatan itu, Sektretaris Ditjen Pendidikan Islam Ishom Yusqi melaporkan bahwa capaian serapan anggaran Pendidikan Islam per awal September baru mencapai 24 persen, dengan rincian: Direktorat PAI 28,07%, Pdpontren 29,66%, KSKK dan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 16,87% dan Diktis 31,39, Sekretarit 18,68%.

Ishom meminta agar seluruh pejabat untuk melakukan percepatan program utamanya adalah program bantuan. (ka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here