Foto: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur saat memberikan kuliah umum di Universitas Sriwijaya, Palembang, Jumat (8/9).
Foto: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur saat memberikan kuliah umum di Universitas Sriwijaya, Palembang, Jumat (8/9).

MUDANEWS.COM, Palembang – Merupakan keharusan bagi Civitas Akademika untuk turut melaksanakan reformasi birokrasi guna terwujudnya World Class University serta mencetak lulusan yang memiliki kompetensi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur saat memberikan kuliah umum di Universitas Sriwijaya, Palembang, Jumat (8/9).

Mengangkat tema Reformasi Birokrasi di Lingkungan Universitas Sriwijaya, Menteri Asman mengatakan, langkah untuk mencapai World Class University tidak mungkin dapat dicapai apabila pihak universitas tidak melakukan upaya-upaya perubahan, dan hanya mengandalkan pola-pola rutin seperti sekarang ini.

“Kalau polanya masih seperti ini, sudah pasti universitas-universitas di Indonesia akan tertinggal dengan universitas luar negeri. Reformasi Birokrasi harus dilakukan, tidak boleh ditawar tawar lagi,” ujarnya.

Menteri menyebutkan, setidaknya terdapat tiga ciri universitas yang berkelas dunia atau world class university, yaitu fokus pada upaya memperoleh mahasiswa yang berpotensi, dosen-dosen, dan peneliti yang berkompetensi tinggi.

Dengan memiliki sumber daya yang baik, universitas dapat menghasilkan produk-produk akademik yang berkualitas, inovatif, dan berkelas dunia.

Kemudian memiliki sumber pembiayaan yang dikelola dengan baik, perguruan tinggi harus mampu mengelola keuangan yang berasal dari pemerintah, mencari dan memperoleh dana penelitian dari pihak swasta, dan uang kuliah yang diperoleh dari mahasiswa.

Terakhir, kepemimpinan, kebebasan akademik, dan otonomi. Kepemimpinan diperlukan untuk membawa dan mengawal perguruan tinggi menuju ke masa depan. Kebebasan akademik mendorong munculnya pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif. Otonomi memberikan kebebasan perguruan tinggi untuk mengelola dirinya sendiri.

“Saat ini saudara-saudara diberi kesempatan emas untuk memimpin dan membangun Universitas Sriwijaya, maka manfaatkanlah kesempatan ini sebaik mungkin. Berikanlah yang terbaik yang saudara miliki untuk membangun Universitas Sriwijaya menjadi world class university,” pungkasnya. (ka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here