Foto: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin jadi narasumber seminar Internasional di Universitas Al Azhar, Jakarta, Senin (14/8).
Foto: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin jadi narasumber seminar Internasional di Universitas Al Azhar, Jakarta, Senin (14/8).

MUDANEWS.COM, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai pendidikan memiliki peran strategis dalam mewujudkan Islam wasathiyah di Indonesia.

Hal ini disampaikan Menag saat menjadi narasumber pada seminar Internasional tentang Islam Wasathiyah yang digelar di Universitas Al Azhar, Jakarta Selatan.

“Agar memiliki sifat wasathiyah seseorang harus memiliki pengetahuan yang dalam, wawasan luas, serta hati yang jernih,” tambah Menag di Jakarta, Senin (14/8).

Seseorang yang mendalami agama yang baik, lanjut Menag, tidak akan terjebak dengan pemikiran yang berlebih dan ekstrim. Karenanya, peran dunia pendidikan, terutama perguruan tinggi, sangat strategis dan niscaya.

Menurutnya, asal kata “wasathiyah” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah wasat, wasit, yang diartikan sebagai penengah, penuntun, pemimpin dalam suatu pertandingan, pelerai jika ada perselisihan. Wasatiyah juga berarti metode berfikir, berprilaku dan bersikap yang didasari atas sikap tawazun yang nantinya akan melahirkan sikap tasamuh. Mempertimbangkan banyak hal yang melahirkan sikap yang sesuai dengan ajaran agama.

Wasathiyah adalah ajaran beragama yang selalu dimohonkan dalam shalat, “ashirathol mustaqim”. Kata sirath bermakna jalan yang ditempuh para Nabi, bukan jalan para penyimpang atau jalan orang tersesat.

Cirinya adalah selalu memberi kemudahan, tentu tanpa melanggar prinsip ajaran Islam, tidak fanatik berlebihan, namun terbuka bagi kelompok semua masyarakat. Dalam konteks Indonesia yang beragam, maka pandangan seperti ini semakin relevan.

“Saya selaku Menteri Agama, sangat mengapresiasi seminar-seminar semacam ini, apalagi mengusung tema penting,” tandasnya.

Selain Menag, pembicara lainnya adalah Direktur Kemahasiswaan Kemenristek Dikti Didin Wahidin, Ketum Asosiasi Masjid Kampus Indonesia Hermawan K Dipojono, Universitas Malaya, Malaysia Hani Ali Albalawi, Director Al Wasatiyyah Research Center Ali Samoh. (ka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here