Kepala MTsN 34 Jakarta, Akhmad Hakim (berpakaian pramuka) beri arahan kepada peserta pelatihan. (foto: istimewa)
Kepala MTsN 34 Jakarta, Akhmad Hakim (berpakaian pramuka) beri arahan kepada peserta pelatihan. (foto: istimewa)

MUDANEWS.COM, Jakarta – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 34 Jakarta membuat terobosan dalam pengelolaan sampah. Sebagai upaya pelestarian lingkungan dan menjaga kebersihan lingkungan, madrasah binaan Kementerian Agama ini mengembangkan program Bank Sampah Nusantara (BSN).

Kepala MTsN 34 Jakarta, Akhmad Hakim mengatakan, program ini dilatarbelakangi adanya persoalan sampah di lingkungan MTsN 34 Jakarta. Dengan jumlah warga madrasah yang cukup banyak, sampah yang terkumpul dalam setiap harinya juga lumayan banyak.

“Belum lagi MTsN 34 Jakarta berhadapan langsung dengan aliran air sungai anak kali Ciliwung. Setiap kali air meluap pasti meninggalkan sampah ketika sudah surut,” terang Akhmad Hakim di Jakarta, Kamis (3/8).

Dalam mengembangkan program BSN ini, Hakim mengaku pihaknya tidak berjalan sendiri. MTsN 34 Jakarta menjalin kerjasama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dan Bank BNI 46 Kramat.

Kerjasama tersebut berupa pengadaan pelatihan manajemen bank sampah dan pengelolaan sampah untuk meningkatkan efektifitas kerja pengelola BSN di MTsN 34 Jakarta.

“Untuk memberikan bekal kepada para pengurus dalam mengelola bank sampah, sehingga potensi sampah di MTsN 34 Jakarta dapat diolah menjadi bernilai ekonomis,” sambung Hakim.

Selain pengelola, para siswa juga diberikan pelatihan daur ulang sampah.

“Mulai dari membuat hiasan, kalung, cincin, hiasan dinding dan lain sebagainya yang terbuat dari koran dan kertas bekas,” tambahnya.

Direktur BSN LPBI NU, Fitri Aryani mengatakan, pihaknya tidak mau sekedar mendirikan BSN di madrasah. Lebih dari itu, yang terpenting adalah keberkelanjutan pengelolaan sampah dengan baik.

“BSN harus produktif, inovatif, tidak hanya mengumpulkan sampah, tapi juga melakukan aktifitas pengelolaan dan daur ulang yang baik, dan bernilai ekonomi,” pungkas Fitri. (ka)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here