Foto: Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin.
Foto: Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin.

MUDANEWS.COM, Bogor – Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah tengah menyusun Silabus Kurikulum 2013 untuk Madrasah Ibtidaiyah.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengingatkan, bahwa silabus yang disusun harus merefleksikan penguatan karekter peserta didik.

“Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di Madrasah maupun di sekolah umum harus menjadi instrumen dalam penguatan pembentukan karakter peserta didik. Hal ini harus tercermin dalam silabus yang akan dikembangkan,” ujarnya di Bogor, Kamis (20/7).

“Kurikulum adalah dokumen hidup yang harus akomodatif, responsip, dan adaftif terhadap tantangan zaman. Karena itu kurikulum harus berkembang,” tambahnya.

Kamaruddin berharap mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab yang diajarkan kepada siswa madrasah harus dapat memberi bekal pemahaman mereka untuk berperan sebagai perekat sosial di tengah kondisi bangsa yang beragam.

“Sejak dini peserta didik harus ditanamkan dalam pribadinya karakter toleran, menghargai perbedaan, bersikap moderat kontra ekstrimis dan sebagainya,” tuturnya.

“Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab harus mampu mentransformasikan pengetahuan agama dan bahasa sebagai sikap dan prilaku hingga menjadi karakter peserta didik. Selali lagi, silabus yang dikembangkan harus dipastikan merefleksikan hal ini,” imbuhnya.

Selain kurikulum, Kamaruddin juga menyoroti peran guru. Dia minta agar guru madrasah terus megupdate kapasitasnya. Sebab jika tidak, maka bagusnya kurikulum tidak banyak bermakna untuk membuat perubahan lebih baik.

“Tantangan sekarang semakin berat. Jika tidak diikuti peningkatan kapasitas, maka guru akan tertinggal. Pendidikan akan hanya menghasilkan lulusan yang tidak kompatibel dengan zamannya. Karena itu guru harus terus mengembangkan kapasitas dirinya agar dapat menyiapkan peserta didik yang mamapu menghadapi zamannya,” katanya.

Kegiatan pengembangan silabus PAI dan Bahasa Arab jenjang MI ini diikuti guru-guru terbaik di wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, serta didampingi pengawas madrasah tarbaik.

Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Basnang Sa’id dalam laporannya menyampaikan, target kegiatan ini adalah menghasilkan dokumen kurikulum berupa silabus yang baik dan berkualitas, serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pendidikan, teknologi dan tantangan zaman. (ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here