Ciptakan Situasi Kondusif Ramadan
Berlangsungnya Rakor

MUDANEWS.COM, Banjar – Dalam rangka menciptakan situasi kondusif selama bulan suci Ramadan, Kepolisian Resor Kota Banjar, Polda Jabar, menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, bertempat di Aula Vicon Mapolres Kota Banjar, Jalan Siliwangi No.145, Karangpanimbal, Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (07/05/2019).

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Banjar, AKBP. Yulian Perdana, S.I.K., didampingi Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, dan Dandim 0613/Ciamis, Letkol Arm Tri Arto Subagio, M.Int.Rel., M.M.D.S., dan diikuti oleh Ketua FKUB Kota Banjar, Drs. KH. Iskandar Effendi, Ketua MUI Kota Banjar, KH. Mukhtar Ghozali, Ketua FPI Kota Banjar, perwakilan GP Ansor dan PMII, Subdenpom III/2-4 Banjar, Dishub Kota Banjar, serta elemen masyarakat lainnya.

Saat ditemui usai kegiatan, Kepala Kepolisian Resor Kota Banjar, Ajun Komisaris Besar Polisi Yulian Perdana, S.I.K., mengungkapkan, bahwa dalam pertemuan lintas sektoral tersebut dimaksudkan untuk bertukar pikiran tentang informasi potensi-potensi kerawanan dalam bulan suci Ramadan diwilayah Kota Banjar. Hal itu dimaksudkan agar semua dapat mengantisipasi sesuai dengan tupoksi masing-masing.

“Kalau saya boleh mengutip apa yang disampaikan oleh Bapak Wakil Walikota Banjar, sama-sama menjaga keimanan, dan keamanan. Itulah yang menjadi tagline dari pertemuan koordinasi lintas sektoral untuk cipta kondisi,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres, mengatakan bahwa dalam peretemuan tersebut, ada empat poin pembahasan yang dikupas bersama. Keempat pembahasan tersebut, diantaranya pertama tentang bagaimana menjaga perekonomian dalam Ramadhan ini agar tetap baik namun tidak menimbulkan kerawanan Kamtibmas.

Kedua membahas tentang adanya potensi Penyakit Masyarakat, misalnya miras dan narkoba.

“Ini sudah kita laksanakan penindakan-penindakan untuk penyakit masyarakat dan tentunya kami butuh informasi dari semua elemen terkait dalam penanganan penyakit masyarakat,” imbuhnya.

Ketiga kaitannya dengan pelaksanaan Pemilu Tahun 2019, dikatakan Kapolres bahwa salah satu hal yang dilakukan dengan sejak awal, baik itu sebelum sidang pleno, saat sidang pleno, dan setelah sidang pleno, semua sepakat bahwa akan mendukung penuh keputusan KPU, dan bersama-sama menunggu hasil dari pleno KPU RI.

“Keempat, kita menjaga kesucian bulan suci Ramadan ini dengan berbagai kegiatan, salah satunya mungkin akan dilaksanakan tarawih keliling, tadarusan bersama, dan juga dalam hal menjaga toleransi tidak melakukan perbuatan-perbuatan melawan hukum. Menjaga masyarakat supaya lebih sejuk lagi dengan tidak ada swipping. Kepada seluruh masyarakat, baik tokoh agama, ormas, tokoh masyarakat semua kita sama-sama menjaga kesejukan Ramadan,” ungkap Kapolres.

Kapolres, menambahkan pihaknya dalam hal ini Polres Banjar, dalam menangani masalah penyakit masyarakat, baik itu miras, perbuatan asusila, narkoba dengan melakukan langkah-langkah Preemtif, Preventif maupun Kuratif.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Banjar, KH. Mukhtar Ghozali mengatakan, situasi di Kota Banjar, saat ini aman terkendali dan kondusif. Semua elemen masyarakat merasa bertanggung jawab menjaga kondusifitas Kota Banjar, bagaimanapun keadaannya.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Kapolres Banjar, beserta jajarannya dan seluruh masyarakat Kota Banjar, yang mampu menciptakan kondusifitas Kota Banjar,” ucap KH. Mukhtar Ghozali.

KH. Mukhtar Ghozali, menghimbau kepada seluruh warga masyarakat diwilayah Kota Banjar, untuk taat dan patuh terhadap Undang-undang yang berlaku, itu semua demu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal senada juga diungkapkan, Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, mengatakan bahwa inti dari pertemuan tersebut adalah bagaimana membuat kondusifitas di Kota Banjar, tetap terjaga.

“Kita bersama-sama berkoordinasi untuk menciptakan kondisi yang baik dan kodusif apalagi di Bulan Suci Ramadan ini,” imbuhnya.

Dikatakan Nana Suryana, bagaimana cipta kondisi yang dimaksud dalam rakor tersebut adalah menciptakan kondusif Kota Banjar.

“Mulai sejak pangan dan juga kondisi masyarakat yang melaksanakan ibadahnya dengan tenang dan nyaman, karena tidak ada gangguan bersifat sosial dan kemudian soal arus mudik lebaran dan lain sebagainya itu semua dibahas” ucapnya. Berita Banjar, BQ