Maruarar
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Kepala BNPB Willem Rampangilei (kiri) dan Bupati Karo Terkelin Brahmana (kiri ketiga) berbincang dengan warga saat berkunjung di kawasan perumahan relokasi pengungsi Gunung Sinabung di Desa Siosar, Karo, Sumatera Utara, Sabtu (14/10). Perumahan untuk relokasi pengungsi Sinabung yang dipersiapkan sebanyak 370 rumah baru itu akhirnya selesai dan telah dihuni oleh para pengungsi. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/pras/17.

MUDANEWS.COM, Jakarta – Berdasarkan hasil survei tanggal 10-19 Oktober 2018 menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI), menunjukkan elektabilitas pasangan Capres Nomor Urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mencapai 57,7%. Sementara pasangan Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih di bawah 30%, yakni 28,6%.

“Survei ini membuktikan bahwa Jokowi terus dan makin dicintai rakyat Indonesia,” kata Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait, Kamis (15/11/2018).

Maruarar yang kerap disapa Ara menjelaskan, Jokowi dicintai rakyat karena kebijakannya yang benar-benar menunjukkan keberpihakan kepada rakyat secara nyata.

Jokowi menjalankan amanat Pancasila untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat dengan pembangunan yang merata.

“Kalau dulu sekadar ada pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan, namun di zaman Pak Jokowi ada pemerataan pembangunan,” ungkap Ara.

Di antara kebijakan-kebijakan Jokowi tersebut, sambung Ara, seperti pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kemudian Pembagian sertifikat, dana desa yang sangat besar sepanjang sejarah Indonesia, juga ada Program Keluarga Harapan (PKH).

“Harga-harga sembako juga murah dan terjangkau, rupiah kembali menguat. Belum lagi pembangunan infrastruktur berupa jalan dan bendungan,” jelas Ara.

Ara melanjutkan, hal lain yang tak kalah penting, Jokowi mampu bertahan di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Akibat perang dagang ini, banyak negara-negara yang ekonominya rontok. Sementara Indonesia kukuh bertahan dan bahkan mendapat pujian dari lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia.

“Ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan.”

“Akibat perang dagang ini, banyak negara-negara yang ekonominya rontok. Pak Jokowi membuktikan Indonesia selain berdaulat di bidang politik, juga mandiri di bidang ekonomi. Bahkan kita saksikan, Blok Rokan menjadi milik penuh Pertamina dan kita sudah kuasai 51% saham Freeport. Tak heran Jokowi makin dicintai rakyat,” pungkas Maruarar.