Foto: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur menerima cinderamata dari Kepala ANRI Mustari Irawan saat acara seminar kearsipan di Kantor ANRI, Rabu (22/11).

MUDANEWS.COM, Jakarta – Arsip yang tercipta harus dapat menjadi sumber informasi, acuan, dan bahan pembelajaran masyarakat, bangsa, dan negara. Hal ini mengingat fungsi arsip sebagai tulang punggung manajemen penyelenggaraan negara, memori kolektif bangsa, dan simpul pemersatu bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Penyelamatan aset kekayaan intelektual anak bangsa harus mulai kita laksanakan, dengan penyimpanan hasil penelitian dan perekayasaan dengan baik. Karena kebesaran suatu bangsa tergantung pada bagaimana kita menata arsip,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur, saat acara seminar kearsipan, di Kantor ANRI, Rabu (22/11).

Menurutnya, apabila penataan arsip dilakukan dengan baik, maka dapat menjadi sumber informasi, acuan, dan bahan pembelajaran masyarakat, bangsa, dan negara, sebagai upaya mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik dan bersih serta menjaga gerak maju masyarakat, bangsa, dan negara ke depan sesuai dengan tujuan nasional dan nawacita.

Suatu bangsa dapat besar disebabkan adanya informasi serta sejarah dari bangsa tersebut. Untuk memberikan informasi yang valid kebenarannya, diperlukan penataan arsip yang baik.

Oleh karena itu, Menteri Asman menginginkan agar setiap lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, perusahaan dan juga perseorangan perlu mempertanggungjawabkan penyelenggaraan, penciptaan, pengelolaan, dan pelaporan arsip yang tercipta dari segala bentuk kegiatan.

Sementara itu, untuk mewujudkan sistem penyelenggaraan kearsipan nasional yang menyeluruh dan terpadu, lembaga kearsipan nasional perlu membangun suatu sistem kearsipan nasional yang meliputi pengelolaan arsip dinamis dan pengelolaan arsip statis. Sistem kearsipan nasional berfungsi menjamin ketersediaan arsip yang autentik, utuh, dan terpercaya, serta mampu mengidentifikasikan keberadaan arsip yang memiliki keterkaitan informasi.

“Di zaman serba teknologi informasi sekarang ini, penyelenggaraan sistem kearsipan nasional sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem penyelenggaraan kearsipan nasional akan dapat berjalan secara efektif apabila lembaga kearsipan nasional didukung oleh suatu sistem informasi kearsipan nasional,” pungkasnya. (red)