Ibu Negara Zimbabwe Grace Mugabe dalam sebuah acara di Harare, 5 November 2017. (Foto: AFP/JEKESAI NJIKIZANA)

MUDANEWS.COM, Harare – Presiden Zimbabwe Robert Mugabe (93) secara mengejutkan memberhentikan Emmerson Mnangagwa dari posisinya sebagai Wakil Presiden. Langkah ini disebut upaya untuk memuluskan istri Mugabe, Grace, menggantikannya sebagai kepala negara.

Mnangagwa yang mendapat dukungan kuat dari militer dipandang merupakan rival utama Nyonya Mugabe dalam pertarungan internal terkait siapa kelak yang akan menduduki kursi presiden.

“Wakil Presiden secara konsisten dan terus menerus menunjukan ketidaksetiaan, tidak hormat, ketidakjujuran dan tidak dapat diandalkan,” demikian pernyataan Menteri Informasi Zimbabwe Simon Khaya Moyo pada hari Senin waktu setempat saat menjelaskan alasan dibalik pemecatan Mnangagwa seperti dikutip dari The New York Times, Selasa (7/11).

Ia menambahkan, “Sudah sangat jelas bahwa tindakannya dalam menjalankan tugas-tugasnya tidak sesuai dengan tanggung jawab resminya.”

Kritik lain terhadap Mnangagwa menyebutkan bahwa ia berencana untuk memimpin lembaga kunci dan membentuk institusi paralel di dalam partai yang berkuasa, ZANU-PF.

“Jika ia ingin membentuk partai dengan para pendukungnya, silakan saja. Kita tidak bisa bernaung di bawah satu partai di mana kita saling menyakiti satu sama lain. Saya tidak suka itu!,” tegas Mugabe yang merupakan kepala negara tertua di dunia saat berpidato di Bulawayo Sabtu lalu.

Lebih lanjut Mugabe mengatakan bahwa partainya akan “memutuskan lebih banyak hal” dalam kongres yang akan berlangsung pada Desember 2017. “Saya harus mengatakannya di sini karena saya merasa terganggu.”

Grace Mugabe diketahui memimpin sebuah faksi bernama Generasi 40. Sementara Mnangagwa yang berusia 75 tahun adalah seorang veteran perjuangan kemerdekaan Zimbabwe.

Sejak negara itu merdeka, Mnangagwa telah menduduki berbagai pos penting di antaranya Menteri Keamanan Negara, Menteri Kehakiman, Menteri Perumahan Pedesaan dan Pertahanan bahkan ia juga sempat menjabat sebagai Ketua Parlemen.

Dengan tersingkirnya Mnangagwa, Grace diprediksi akan ditunjuk menjadi Wapres dalam kongres partai.