Pesawat jet tempur siluman F-35 yang diproduksi oleh Lockheed Martin (Foto: AFP).
Pesawat jet tempur siluman F-35 yang diproduksi oleh Lockheed Martin (Foto: AFP).

MUDANEWS.COM, Adelaide – Data sensitif mengenai pesawat siluman F-35 dan jet pengintai P-8 milik Australia dicuri ketika jaringan kontraktor pertahanan negara itu diretas.

“Pencurian data itu besar-besaran dan ekstrem,” ujar Mitchell Clarke, seorang pejabat dari badan intelijen Direktorat Sinyal Australia (ASD), sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (12/10).

Clarke kemudian menjabarkan bahwa data yang dicuri bukan hanya mengenai kedua jet tempur itu, tapi juga bom pintar hingga pesawat patroli maritim Poseidon.

Secara keseluruhan, data yang dicuri dari jaringan kontraktor pertahanan Australia itu mencapai 30 gigabit.

Menurut Clarke, peretas itu mengakses sistem kontraktor negara selama lima bulan pada 2016 lalu.

Clarke mengatakan kepada AFP, para pelaku menggunakan alat “China Chopper” yang kerap digunakan oleh peretas China.

Menteri Industri Pertahanan Australia, Christopher Pyne mengatakan, bahwa negaranya memang sering menjadi target peretasan, terutama setelah melancarkan proyek kapal selam senilai US$39 miliar, disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia.

Sebelumnya, Menteri Asisten Keamanan Siber Australia, Dan Tehan mengatakan, bahwa ada 47 ribu insiden maya dalam 12 bulan belakangan, melonjak 15 persen dari tahun sebelumnya.

Namun menurut Pyne, data yang diretas kali ini tak mencakup informasi penting atau dapat membahayakan industri pertahanan Australia.

“Untungnya, data yang diambil adalah data komersial, bukan data militer. Semuanya bukan informasi rahasia. Saya tidak tahu siapa yang melakukannya,” katanya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here