Pesawat Rusia SU-34 Fighter Jet (Kemhan Rusia/RT)
Pesawat Rusia SU-34 Fighter Jet (Kemhan Rusia/RT)

MUDANEWS.COM, Moskow – Militer Rusia mengklaim telah menggelar operasi serangan udara terhadap ISIS di Suriah. Operasi itu dilaksanakan sporadis dalam kurun waktu 24 jam pada 6 – 7 Oktober 2017.

Serangan udara Rusia yang dilancarkan di Deir Ez-zor itu menewaskan ratusan militan ISIS dan puluhan foreign mercenaries (tentara bayaran asing), ujar Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dikutip dari Al jazeera, Minggu (8/10).

Sekitar 80 militan ISIS tewas dalam serangan di sebuah pos komando di wilayah al- Mayadeen, Provinsi Deir Ez-zor, salah satu benteng terakhir grup teroris itu di Suriah. Sementara 40 orang sisanya tewas di al-Bukamal, kota di dekat perbatasan provinsi yang sama.

Kemhan Rusia juga mengatakan, sekitar 60 tentara bayaran asing yang bertempur untuk ISIS turut tewas dalam serangan di al-Bukamal. Banyak dari mereka berasal dari bekas Uni Soviet, Irak, Tunisia, dan Mesir.

Seperti dikutip dari Russia Today, serangan itu juga diklaim sukses menghancurkan berbagai alutsista milik militan, seperti kendaraan taktis dan artileri ringan.

Namun, berbagai operasi militer melawan ISIS di Deir Ez-zor harus dibayar mahal, karena menelan banyaknya korban tewas sipil akibat serangan udara Rusia dan koalisi.

Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan, bombardir itu menewaskan 14 orang, termasuk tiga anak. Saat serangan udara terjadi, para warga sipil itu tengah melarikan diri menggunakan rakit, melintasi Sungai Efrat dekat al-Mayadeen.

Hingga kini, Rusia belum mengakui adanya korban warga sipil akibat berbagai serangan militernya, sejak Moskow melakukan intervensi di Suriah pada 2015. Kremlin berdalih, laporan yang dibuat oleh Syrian Observatory for Human Rights cenderung bias.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here