Kerumunan orang panik usai terjadi penembakan di sebuah konser di Las Vegas, AS, 1 Oktober 2017. (Foto: AFP/DAVID BECKER)
Kerumunan orang panik usai terjadi penembakan di sebuah konser di Las Vegas, AS, 1 Oktober 2017. (Foto: AFP/DAVID BECKER)

MUDANEWS.COM, Las Vegas – Korban penembakan brutal di sebuah konser musik di Las Vegas, Amerika Serikat (AS), 1 Oktober 2017, terus bertambah. Hingga saat ini, jumlah korban tewas mencapai 50 orang dengan 200 lainnya mengalami luka-luka.

“Kami mendapati ada 50 individu yang tewas dan 200 lainnya terluka hingga sejauh ini,” ucap Sheriff Kepolisian Metro Las Vegas, Joseph Lombardo dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip AFP.

Lombardo mengatakan pelaku adalah warga lokal yang diidentifikasi sebagai Stephen Paddock.

Suara rentetan senjata api pelaku membuyarkan kerumunan penonton. Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.00 malam waktu setempat.

Ribuan orang menghadiri konser musik bertajuk Route 91 Harvest di samping Hotel Mandalay Bay. Sejumlah saksi mata melihat seorang pria menembakkan senjata api dari lantai 32.

Pelaku pun dikabarkan sempat mengganti amunisinya yang habis untuk kemudian kembali melepaskan senjata secara membabi-buta.

Selang beberapa menit usai kejadian, petugas berhasil menembak mati pelaku.

“Penembakan ini masih diselidiki. Namun kami bersyukur pelaku penembakan ini sudah tidak lagi menjadi ancaman,” ucap Lombardo. Motif penembakan belum diketahui.

“Kami mendengar suara kaca pecah yang diikuti suara tembakan. Sempat terpikir situasi sudah aman karena tidak terdengar lagi tembakan. Tapi ternyata tembakan berlanjut kembali,” ujar seorang saksi, Monique Dekerf, kepada CNN.

Hingga sejauh ini tak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan menjadi korban luka maupun tewas.

“KJRI LA sudah menghubungi beberapa tokoh masyarakat dan rumah sakit di Las Vegas terkait keadaan WNI,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here