Warga menyelamatkan diri usai terjadi penembakan di sebuah konser musik di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) (Foto: AFP).
Warga menyelamatkan diri usai terjadi penembakan di sebuah konser musik di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) (Foto: AFP).

MUDANEWS.COM, Las Vegas – Kelompok militan ISIS mengklaim bertanggungjawab atas aksi penembakan yang menewaskan setidaknya 50 korban jiwa dan melukai lebih dari 400 orang di Las Vegas, Amerika Serikat pada Senin (2/10). Mereka menyebut pelaku penyerangan baru memeluk agama Islam beberapa bulan yang lalu.

“Penyerangan di Las Vegas dilakukan oleh seorang tentara ISIS dan dia melakukannya sebagai respons atas panggilan koalisi negara yang menjadi target,” papar agensi berita ISIS, Amaq, melansir Reuters.

Hal itu terkait dengan koalisi yang dipimpin AS untuk membasmi ISIS di Timur Tengah.

“Pelaku penyerangan di Las Vegas berpindah agama menjadi Islam beberapa bulan yang lalu,” lanjut Amaq.

Sebelumnya, melalui akun Twitter resminya, Kepolisian Metro Las Vegas mengumumkan soal situasi terkini di wilayahnya.

Sheriff Joseph Lombardo menyebut pelaku serangan di Route 91 Harvest Festival ini sebagai Stephen Paddock, kelahiran 1953. Sebelumnya, polisi menyatakan Paddock telah dilumpuhkan.

Selain itu, sebagaimana dilaporkan CNN, Lombardo juga menyatakan telah menemukan rekan Paddock, Marilou Danley, dan kendaraan yang terdaftar atas nama pelaku.

Lombardo mengatakan teman-teman dan keluarga yang khawatir akan keberadaan orang terdekatnya dapat menghubungi nomor 866-535-5654.

mPenembakan ini dia sebut sebagai “insiden tragis yang tidak pernah kita alami sebelumnya di lembah ini.”

Dia mengucapkan belasungkawa untuk keluarga korban dan berjanji bakal memberikan informasi semudah mungkin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here