Halimah Yacob melambaikan tangan saat menyapa pendukungnya usai memberikan pidato di Singapura, Rabu (13/9). Halimah Yacob nantinya akan menggantikan posisi Tony Tan, yang telah 6 tahun menjabat sebagai presiden negara tersebut. (AP Photo/Wong Maye-E)
Halimah Yacob melambaikan tangan saat menyapa pendukungnya usai memberikan pidato di Singapura, Rabu (13/9). Halimah Yacob nantinya akan menggantikan posisi Tony Tan, yang telah 6 tahun menjabat sebagai presiden negara tersebut. (AP Photo/Wong Maye-E)

MUDANEWS.COM, Singapura – Tanpa melalui pemilihan umum, Halimah Yacob resmi menjadi presiden terpilih Singapura. Ia mencatat sejarah sebagai presiden wanita pertama di Negeri Singa.

“Sebagaimana diketahui, Nyonya Halimah adalah satu-satunya kandidat. Maka saya nyatakan, Halimah Yacob sebagai kandidat presiden terpilih Republik Singapura,” ujar Returning Officer Singapura, Ng Wai Choong, seperti dikutip dari The Straits Times, Rabu (13/9).

Pasca-pengumuman tersebut, sorak-sorai pecah seketika di kalangan pendukung Halimah yang kompak mengenakan kostum serba oranye.

Dalam sebuah pidato singkat yang disampaikan di hadapan para pendukungnya, Halimah mengatakan bahwa dirinya adalah presiden bagi seluruh rakyat Singapura. “Saya adalah presiden bagi setiap orang, terlepas dari ras, bahasa, agama, atau kepercayaan….”

Halimah yang berbicara dalam bahasa Inggris dan Melayu juga mengatakan bahwa terpilihnya ia menunjukkan “hal yang sangat positif bagaimana Singapura mempraktikkan multirasialisme”.

“Saya berdiri di hadapan Anda sebagai Presiden Melayu kedua dalam 47 tahun sejarah negara kita. Saya percaya bahwa ini adalah momen yang membanggakan bagi Singapura, bagi multikulturalisme dan multirasisme di masyarakat kita. Ini menunjukkan bahwa multirasisme bukan sekadar slogan, dan ini hal yang baik untuk didengar atau disampaikan. Itu benar-benar bekerja di dalam masyarakat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mengisi posisi tertinggi di negeri ini,” ujar perempuan berusia 63 tahun tersebut.

Tak hanya itu, ibu dari lima anak tersebut juga bicara tentang sejarah yang diukirnya, yakni menjadi presiden wanita pertama Singapura.

“Ini menunjukkan bahwa yang ketika kita membicarakan keragaman gender, kita tak sekadar meneriakkan slogan, kita bersungguh-sungguh. Setiap wanita dapat bercita-cita mengisi posisi tertinggi jika Anda punya keberanian, tekad, dan keinginan untuk bekerja keras,” terang mantan Ketua Parlemen Singapura itu.

Halimah menegaskan, sekarang saatnya untuk berdiri bersama dan fokus menjadikan Singapura sebagai rumah bagi setiap orang.

“Rakyat Singapura tercinta, tidak seorang pun dapat melakukan tugas ini sendiri. Kami butuh seluruh dari Anda untuk berdiri bahu-membahu, mencapai yang terbaik yang kita bisa. Menurut Anda, kita telah mencapai puncak? Belum, kita belum sampai sana. Yang terbaik hanya dapat dicapai jika kita bekerja bersama untuk meningkatkan kehidupan kita dan anak-anak kita. Saya meminta Anda untuk fokus pada kesamaan yang kita miliki bukan pada perbedaan yang ada,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam pernyataannya, Kantor Perdana Menteri mengatakan, “Presiden ke-8 Singapura, Nyonya Halimah Yacob, akan dilantik pada Kamis (14/9), pukul 18.00, di Istana.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here