Foto: Kepala Daker Makkah Nasrullah Jasam.
Foto: Kepala Daker Makkah Nasrullah Jasam.

MUDANEWS.COM, Makkah – Jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan pada gelombang kedua akan mulai didorong dari Makkah menuju Madinah mulai 12 September 2017. Petugas Daker Makkah menggelar rapat untuk mengecek kesiapan akhir persiapan pemberangkatan jemaah.

Kadaker Makkah Nasrullah Jasam mengatakan, rapat digelar untuk memastikan semua Kepala Sektor sudah mendapatkan jadwal keberangkatan ke Madinah.

“Rapat juga untuk memastikan kembali semua nomor kontrak, baik kontrak bus maupun kontrak hotel di Madinah, sudah terinput sehingga ketika menjelang keberangkatan tidak ada kendala lagi,” terang Nasrullah di Makkah, Senin (11/9).

Menurut Nasrullah, ada perbedaan antara pemberangkatan jemaah dari Makkah ke Jeddah dengan ke Madinah. Kalau ke Jeddah, petugas hanya fokus pada penyiapan dokumen jemaah.

“Jika dokumen lengkap, tanpa ada akad akomodasi, jemaah bisa berangkat ke Jeddah,” ujar Nasrullah.

“Tapi kalau ke Madinah, di samping dokumen, harus dipastikan sistem e-Hajj di Muassasah Adilla harus sudah disetujui. Kalau mereka sudah menyetujui, sistemnya sudah memungkinkan, maka jemaah bisa berangkat ke Madinah,” lanjutnya.

Sistem yang dimaksud Nasrullah ini terkait dengan layanan akomodasi dan transportasi. Jika keduanya sudah disetujui, berarti sudah jelas bus yang akan membawa jemaah menuju Madinah dan hotel yang akan menjadi tempat tinggal jemaah selama di Kota Nabawi.

Hal lain yang menjadi fokus bahasan rapat adalah terkait akurasi keberangkatan. Nasrullah mengatakan, pemberangkatan ke Madinah harus benar-benar tepat secara waktu, tidak boleh terlalu cepat dan juga tidak boleh terlambat.

“Kalau terlalu cepat, bisa jadi hotelnya belum siap. Tapi kalau terlambat, bisa jadi berakibat pada proses Arbain yang kurang,” ujarnya.

Sebab, lanjut Nasrullah, check out hotel di Madinah berdasarkan keberangkatan ke Tanah Air. Empat atau lima jam sebelum take off, jemaah sudah harus keluar dari hotel. “Dalam konteks pelaksanaan Arbain, maka harus dipaskan betul keberangkatan dari Makkah menuju Madinah,” tuturnya.

Jemaah haji Indonesia akan berada di Madinah selama 8 – 9 hari untuk menjalani ibadah Arbain, yaitu shalat 40 waktu berjamaah di Masjid Nabawi secara berturut-turut.

Sebanyak 16 kloter dijadwalkan akan tiba di Madinah pada 12 September mendatang, yaitu tiga kloter dari Embarkasi Surabaya (SUB 44 – 46), empat kloter Embarkasi Solo (SOC 48 – 51), empat kloter Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS 48 – 51), masing-masing satu kloter dari Embarkasi Batam (BTH 14), Embarkasi Palembang (PLM 09), Jakarta – Pondok Gede (JKG 30), Embarkasi Padang (PDG 14), dan Embarkasi Lombok (LOP 01). (ka)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here