Foto; Menag Lukman Hakim Saifuddin selaku Amirul Hajj.
Foto; Menag Lukman Hakim Saifuddin selaku Amirul Hajj.

MUDANEWS.COM, Madinah – Jemaah haji Indonesia gelombang kedua secara berangsur akan mulai tiba di Madinah pada 12 September mendatang. Mereka akan tinggal selama 8 sampai 9 hari di Madinah, guna menjalani Arbain (shalat 40 waktu) di Masjid Nabawi.

Menag Lukman Hakim Saifuddin selaku Amirul Hajj menegaskan bahwa Daker Madinah siap sambut kedatangan jemaah haji gelombang kedua. Penegasan ini disampaikan usai memimpin rapat persiapan dengan Delegasi Amirul Hajj serta Petugas Daker Madinah.

“Penempatan jemaah di pemondokan mereka masing-masing, beserta koper dan armada yang mengantar akan diatur sedemikian rupa,” kata Menag di Madinah, Kamis (7/9).

“Pengalaman melayani jemaah gelombang pertama di Madinah harus dijadikan pelajaran berharga. Misalnya, tentang koper tercecer. Ini tidak boleh terjadi lagi,” lanjut Menag.

Menag juga minta para petugas mengindentifikasi persoalan pada fase gelombang pertama dan memahami penyebab serta solusinya. Itu penting dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang saat menerima jemaah gelombang kedua.

Selain urusan ibadah, menurut Menag, mengelola haji sebenarnya juga terkait bagaimana mengurus pergerakan atau mobilitas banyak orang, dari satu titik, ke titik yang lain. Oleh karena itu, sirkulasi ini harus terpetakan dengan baik.

“Masing-masing unit kerja harus serius dengan tugasnya masing-masing,” tandasnya. (ka)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here