Warga menyaksikan penembakan rudal Korea Utara yang disiarkan televisi. (AFP)
Warga menyaksikan penembakan rudal Korea Utara yang disiarkan televisi. (AFP)

MUDANEWS.COM, New York – Dewan Keamanan PBB mengecam aksi peluncuran rudal balistik Korea Utara yang melintasi Jepang. Bertolak pada peristiwa itu, DK PBB semakin mendesak Pyongyang untuk menghentikan uji coba serta program pengembangan persenjataan misil balistik dan hulu ledak nuklir.

Melalui sebuah pernyataan (statement) yang disusun oleh Amerika Serikat, seluruh anggota DK PBB yang berjumlah 15 negara menyetujui secara bulat (agreed by consensus) kecaman dan desakan tersebut. Demikian seperti dilansir CNBC, Rabu (30/8).

Mereka menegaskan, sangat vital bagi Korut untuk segera mengambil langkah konkret guna menurunkan tensi di Semenanjung Korea.

Badan itu juga “berkomitmen untuk mengedepankan solusi penyelesaian melalui jalur damai dan politik diplomasi” serta mengimbau negara lain untuk turut berkontribusi menerapkan sanksi PBB yang diterapkan pada Pyongyang.

Meski begitu, draf pernyataan kecaman dan desakan teranyar itu tidak mencantumkan sanksi baru terhadap negara yang dipimpin oleh Kim Jong-un tersebut.

Langkah tak biasa turut terjadi ketika China dan Rusia turut mengambil sikap serupa dengan anggota DK PBB lain, demikian menurut laporan reporter Al Jazeera yang meliput di markas PBB di New York, AS.

Beijing dan Moskow, yang tipikal memberikan veto pada sejumlah sanksi PBB terhadap Korut, kali ini sepakat dengan kecaman dan desakan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.

Pada awal bulan ini, Dewan Keamanan dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara. Sanksi itu dapat memangkas sepertiga dari total pendapatan ekspor tahunan Korut sebesar US$ 3 miliar.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here