Ayah dari pemimpin sel ISIS di Marawi, Cayamora Maute, dilaporkan meninggal dunia dalam penanganan pemerintah pada Minggu (27/8). (AFP Photo/Manman Dejeto)
Ayah dari pemimpin sel ISIS di Marawi, Cayamora Maute, dilaporkan meninggal dunia dalam penanganan pemerintah pada Minggu (27/8). (AFP Photo/Manman Dejeto)

MUDANEWS.COM, Manila – Ayah dari pemimpin sel ISIS di Marawi, Cayamora Maute, dilaporkan meninggal dunia dalam penahanan pemerintah pada Minggu (27/8).

Biro pemasyarakatan Filipina mengatakan, Maute sebenarnya sudah dilarikan dari Kamp Bagong Diwa sejak sore karena peningkatan tekanan darah. Namun, ia tewas dalam perjalanan, sekitar pukul 15.00.

Kepala Angkatan Bersenjata Filipina, Eduardo Ano mengatakan, peristiwa ini mungkin tidak diinginkan oleh Keluarga Maute. Namun, keluarga para korban terorisme di Marawi justru ingin Cayamora mengungkap keterlibatan Cayamora dalam insiden di Marawi.

“Bagi para korban terorisme di Marawi dan keluarganya yang menanti keadilan, berharap Cayamora dapat menjawab atau menjelaskan keterlibatannya dalam pemberontakan Marawi,” ucap Ano sebagaimana dikutip Inquirer.

Cayamora merupakan ayah dari Maute bersaudara, kakak beradik yang dikenal sebagai pemimpin kelompok teror di Marawi. Kelompok yang berbaiat kepada ISIS ini terlibat dalam pertempuran panjang dengan pasukan pemerintah selama empat bulan belakangan.

Bentrokan ini awalnya dipicu oleh gesekan kecil ketika pasukan pemerintah melakukan operasi untuk menangkap Isnilon Hapilon, tokoh yang disebut-sebut sebagai pemimpin ISIS di Asia Tenggara.

Tak lama setelah bentrokan ini, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mendeklarasikan darurat militer di seluruh Mindanao. Cayamora sendiri ditahan di Davao pada 6 Juni lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here