Foto: Kabid Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi Endang Jumali.
Foto: Kabid Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi Endang Jumali.

MUDANEWS.COM, Makkah – Seluruh jemaah haji Indonesia sudah diberangkatkan ke Arab Saudi. Total ada 512 kloter dengan 203.065 jemaah yang saat ini di Tanah Suci.

Sebagian di antaranya ada yang meninggal. Bahkan ada juga yang wafat sejak di embarkasi Tanah Air. Lantas, bagaimana ibadah haji para jemaah yang wafat di embarkasi dan Tanah Air, apakah mereka akan dibadalhajikan?

Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Dr Endang Jumali, Minggu (27/8), memberikan penjelasan sebagai berikut:

Setiap jemaah haji yang wafat di Embarkasi dan Tanah Suci sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah akan dibadalhajikan. Bahkan, tidak hanya yang wafat, jemaah yang sakit parah dan menurut medis tidak diharapkan kesembuhannya, bergantung dengan alat, serta mengalami gangguan jiwa juga akan dibadalhajikan.

Sampai hari ini, tercatat ada 151 jemaah yang akan dibadalhajikan, terdiri dari badal wafat dan badal hidup. Badal wafat terdiri dari 15 jemaah yang meninggal di Embarkasi Tanah Air dan 109 meninggal di Arab Saudi.

Sedangkan badal hidup terdiri dari 3 jemaah dirawat di RS Jeddah, 7 di RS Madinah, dan 17 di KKHI Makkah. Jumlah ini bisa berubah sesuai dengan update jemaah haji wafat sampai dengan menjelang puncak haji, wukuf di Arafah.

Saat ini, sudah ada hampir 170 calon petugas badal haji yang mendaftar. Mereka akan diseleksi dan dipilih sesuai kebutuhan berdasarkan data terakhir jemaah haji yang akan dibadalhajikan.

Calon petugas badal haji ini akan diinterview oleh para konsultan bimbingan ibadah Daker Makkah. Tujuannya, agar petugas badal yang terpilih adalah mereka yang mengerti tentang rukun haji dan masalah badal haji. (ka)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here