Mahmoud Abbas dan Donald Tump

MUDANews.com, Palestina – Menyoal undangan yang disampaikan oleh Donald Trum, Presiden Amerika Serikat (AS) terhadap Pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas ke Gedung Putih (White Hous) yang disampaikan lewat telepon, Juru Bicara Mahmoud Abbas, Abu Rdainah mengungkapkan kekhawatiran pihak Pemerintah Palestina atas undangan tersebut. Pasalnya, diketahui bahwa selama ini Trump terlihat lebih memihak kepada Netanyahu.

Abu Rdainah mengatakan bahwa sebenarnya pihak Pemerintah Palestina menghawatirkan hal tersebut, karena selama ini AS terlihat lebih memihak dan mengakomodir kepentingan Israel dalam urusan perundingan perdamaian antar kedua negara berkonflik itu.

Tercatat oleh Abu Rdainah, bahwa Trump telah dua kali melakukan kontak dengan Netanyahu melalui telepon. Dan bahkan diketahui bahwa Netanyahu telah melakukan kunjungan ke Washington.

“Presiden Abbas merasa terganggu dengan berkembangnya rumor bahwa komitmen untuk menciptakan perdamaian antara Palestina dan Israel bisa terganggu karena pertemuan tersebut,” ungkap Abu Rdainah Sabtu (11/3), seperti dilansir Reuters.

Dikatakannya bahwa hal ini berkaitan dengan kunjungan Netanyahu ke White Hous pada 15 Februari 2016 lalu. Dalam pertemuan tersebut Trump menunjukkan sikap ragu atas upaya mewujudkan perdamaian antara Palestina dan Israel yang telah menjadi kebijakan politik luar negeri AS dalam dua dekade pada masa kepemimpinan Obama.

“Saya melihat ada dua negara, dan saya menyukai satu negara yang disukai oleh dua partai di negara saya,” kata Trump saat pertemuan tersebut. Dan ungkapannya tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di Timur Tengah.[jo]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here