MUDANEWS.COM, Medan – Warga Jalan Rahayu Desa Sambirejo Timur Kecamatan Percut Sei Tuan, keluhkan limbah padat dan cair yang dikeluarkan perusahaan pembuat kusen pintu dari kayu dan plastik di desa mereka.

Selama 4 tahun terakhir ini sebut Yudha, warga selalu disuguhi debu sisa pembuatan pintu kayu dan plastik serta lem yang melapos kayu-kayu dan serbuk kayu. Debu-debu tadi ujar warga, beserta limbah cair lainnya langsung dialirkan kesaluran pembuangan warga. Tanpa sama sekali dilakukan proses pengolahan limbah oleh pihak manajemen PT PSM.

“Jl. Rahayu Desa Sambirejo Timur Kec. Percut Sei Tuan merasa dilecehkan oleh PT PSM, Sebab sejak empat tahun terakhir, perusahaan abai terhadap lingkungan. Empat tahun warga disuguhi debu yang seperti ini,” ungkap Yudha, Rabu (17/7/2019).

Yudha menjelaskan pengolahan pintu kayu, plywood menimbulkan dampak yang negatif terhadap lingkungan sekitar, yakni udara yang bercampur debu.

“Setiap hari kami menghirup udara dari pabrik yang berada ditengah-tengah pemukiman ini. Bahkan juga hari hujar, air limbah mengalir hingga menggenangi jalan dan masuk kedalam rumah-rumah warga,” ujar Yudha lagi.

Warga lainnya Evi misalnya mengatakan belakangan ini dirinya selalu batuk-batuk dan nafasnya agak sesak.

“Saya sudah berobat kedokter, katanya terkena ISPA (Infeksi Saluran Penafasan Akut). Menurut dokter, penyakit ini disebabkan karena buruknya udara yang dihirup setiap hari. Soalnya memang, kalau produksi, bau lem sangat menyengat dan debunya sangat banyak,” sambung Evi lagi.

Karenanya warga berharap agar pihak Camat Kecamtan Percut Sei Tuan segera menertibkan keberadaan pabrik yang berada ditengah pemukiman warga itu. Sebab dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan dan keributan ditengah-tengah mayarakat.

Pihak manajemen yang coba dikonfirmasi wartawan Rabu siang, belum berhasil ditemui wartawan. “Maaf bang besok pagi saja abang datang lagi, tidak ada pimpinan di kantor,” ujar salah seorang karyawan yang kelihatan seperti security.

Pihak Kecamatan Percut Sei Tuan yang disambangi wartawan juga meminta wartawan untuk kembali Kamis, (18/7/2019), sebab Camat sedang tidak berada di kantornya.

“Besoklah bang kemari lagi, camat keluar,” ujar salah satu staff kecamatan. Berita Medan, Fian