Hari Bumi 2018
Menteri LHK RI Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc dan Tengku Erry memukul bedug pada acara Hari Bumi Sedunia 2018.

MUDANEWS.COM, Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyebutkan peringatan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, jangan lagi hanya menjadi kegiatan seremonial belaka.

“Semoga kita tidak terjebak pada euforia peringatan yang bersifat seremonial dan simbolik belaka. Justru hari ini adalah hari yang tepat bagi kita semua untuk merenung dan mengevaluasi tentang apa-apa saja yang telah kita upayakan untuk menjaga kelestarian bumi yang kita huni bersama ini,” tandas Tengku Erry dalam sambutannya pada peringatan Hari Bumi Sedunia Tingkat Nasional dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) 2018, di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (22/4/2018).

Menurut Erry, sampah merupakan salah satu masalah serius yang menjadi penghambat upaya pelestarian lingkungan. Tahun 2017 di Sumatera Utara (Sumut) tercatat ada timbulan sampah mencapai 2.416.645 ton per-tahun. Khusus Kota Medan, tercatat timbulan sampah sebesar 504.977,5 ton per-tahun.

Gubsu Erry juga berpesan agar semua pihak mau bekerja sama untuk menjaga dan melindungi kelestarian bumi. “Tidak hanya menjadi tugas pemerintah, kita semua yang tinggal di bumi ini harus bekerja sama. Mulai dengan langkah-langkah sederhana, minimal tidak membuang sampah ke sungai atau sembarangan,” pesannya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI) Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc juga menyampaikan, semangat melindungi bumi adalah tentang kerja sama. “Apa yang kita saksikan hari ini, Walhi, seluruh aktivis lingkungan, masyarakat, Walikota Medan, dan Gubernur Sumut, berada di Lapangan Merdeka merupakan bukti penting bahwa pemerintah dan publik bisa bekerja bersama-sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik,” kata Siti Nurbaya.

Setelah Launching Medan Zero Waste City 2020, selanjutnya Siti Nurbaya berharap Kota Medan akan bergabung dengan beberapa kota lainnya untuk merintis kepemimpinan lingkungan sejak dini di tengah masyarakat peduli lingkungan. “Menyusul Kota Bandung, Surabaya, dan Makassar, saya mengajak Medan untuk menjalankan program yang bisa mempersiapkan dan melahirkan pemimpin-pemimpin lingkungan tingkat anak dan remaja,” harapnya.

Siti Nurbaya juga mengajak semua kalangan yang hadir, khususnya generasi muda Indonesia, untuk terlibat dalam langkah-langkah koreksi yang sedang dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi, khususnya dalam sektor kehutanan dan lingkungan. Beberapa diantaranya yaitu berkaitan dengan ketimpangan penguasaan ruang atau sumber daya alam yang sudah berlangsung begitu lama. Selanjutnya, pemulihan kualitas lingkungan baik di darat, udara, laut, dan pesisir dari kerusakan dan pencemaran.

“Kemudian, gerakan zero waste dan pengembangan model ekonomi hijau yang dapat mengantarkan kepada keadilan, kesejahteraan, dan kelestarian bagi kepentingan antar generasi,” jelas Siti.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengucapkan terima kasih kepada Menteri LHK RI karena telah mempercayakan Kota Medan menjadi tuan rumah Peringatan Hari Bumi Sedunia Tingkat Nasional 2018.

Bagi walikota, kepercayaan dari Menteri LHK itu, termasuk launching Medan Zero Waste City 2020 tentunya semakin memotivasi seluruh jajaran Pemko Medan untuk menjdikan Kota Medan lebih bersih. Diungkapkan Walikota, persoalan sampah kini menjadi perhatian serius Pemko Medan.

“Setiap harinya kota yang memiliki luas sekitar 26.000 hektar ini menghasilkan sampah sebanyak 2500-3000 ton. Pengelolaan sampah selama ini dilakukan secara konvensional. Artinya, sampah yang ada diangkut dan dibuang ke Tempat Pembungan Akhir (TPA),” jelas Dzulmi. Berita Medan, MN