Hutan Tropis Sumut
Foto: Gubsu Erry melihat foto lukisan membuka Expo Aksi Konservasi Hutan Tropis Sumut di Lapangan Merdeka Medan.

MUDANEWS.COM, Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kelestarian hutan tropis. Karena ini memberi keuntungan besar bagi masyarakat sekitar dan juga masyarakat bahkan di perkotaan.

Hal itu dikatakan Tengku Erry saat membuka Expo Aksi Konservasi Hutan Tropis Sumut, di Lapangan Merdeka Medan, Senin (20/11/2017).

Hadir disitu Consul of The United Stated of Amerika in Sumatera Mr Juha P Salin, Dirjen KSDAE Kemen LHK Wiratno, Ketua Pengarah sekaligus Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI MS Sembiring, Chairman of TFCA -Sumatera Prof Jatma Suprianta, Kepala Balai Besar Konservasi SDA Hotmauli Sianturi, Kepala Balai Besar Gunung Lauser Misran, Kadis Kehutanan Sumut Halen Purba dan undangan.

Acara yang berlangsung selama tiga hari dimulai hari ini 20 hingga 22 November 2017 dan melibatkan TFCA Sumut, KEHATI dan LCP (Louser Conservetion Patnership). Selain mengunjungi stan pameran, Gubernur juga menandatangani pernyataan atas kain sebagai wujud aspirasi 10.000 Tanda Tangan Untuk Dukungan Kelestarian Hutan Tropis.

Gubsu Tengku Erry dalam sambutannya mengatakan Pemprovsu mengapresiasi seluruh upaya pelestarian lingkungan yang sudah dilakukan berbagai pihak yang juga nyata manfaatnya bagi masyarakat. “Saya yakin manfaatnya yang dinikmati oleh masyarakat sekitar hutan pada gilirannya akan bermuara pada peningkatan kualitas alam lingkungan,” ucap Tengku Erry.

Tengku Erry mengatakan dari Expo yang digelar, masyarakat bisa melihat nilai ekonomi yang sangat strategis dari pemafaatan lingkungan tanpa harus merusak. “Saya sangat gembira menyaksikan berbagai promosi dari produk dampingan mitra dan manfaat hutan tropis yang ada di Sumatera, baik produk hasil hutan maupun jasa lingkungan yang bernilai ekonomi , tentunya ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” cetusnya.

Tengku Erry menyebutkan, Provinsi Sumatera Utara memiliki kawasan hutan hujan tropis yang cukup luas yaitu seluas 3.065.796 Ha. Luas hutan tersebut menempati 42,85 persen dari total luas wilayah Sumut yaitu seluas 427.008 Ha.

Dari kawasan hutan tersebut diantarannya merupakan kawasan konservasi yaitu yang dikelola oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Lauser, Taman Nasional Batang Gadis Konservasi Dua Alam dan Taman Hutan Raya Bukit Barisan. Seluas 1.206.881 Ha merupaka kawasan hutan lindungan dan seluaa 1.421.896 Ha adalah merupakan kawasan hutan produksi.

Tak hanya itu Erry juga mengatakan pada tanggal 3 November 2017 yang lalu telah dipublikasi penemuan spesies baru Orangutan Tapanuli di kawasan hutan Batang Toru. Kawasan Batang Toru termasuk dalam kawasan hutan lindung seluas sekitar 133.841 Ha, yang meliputi wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

“Kawasan hutan lindung ini masih merupakan hutan alam dengan kondisi yang sangat bagus, belum terjamah dan diharapkan dengan program TFCA -Sumatera maka kelestarian hutan dan keanekaragaman hayatinya lebih terjamin lagi pada masa-masa datang,” ujarnya.

Sementara Consul of The United Stated of Amerika to Sumatera Mr Juha P Salin mengatakan sejak tahun 2009, Pemerintah Amerika Serikat (AS) sepakat untuk menghapus utang luar negeri Indonesia, sebesar hampir 30 juta dolar AS selama 8 tahun. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menyalurkan dana pembayaran utangnya pada Pemerintah Amerika Serikat yang ditampung dalam satu rekening khusus untuk mendukung penyediaan dana hibah bagi perlindungan dan pebaikan hutan tropis Indonesia.

“Pemerintah Amerika Serikat melalui TFCA sudah mengucurkan dana sebesar Rp 205 miliar kepada 70 organisasi masyarakat yang bergerak pelestarian hutan tropis,” ujarnya. Berita Medan, Ahmad