Dugaan Malapraktik
Foto: Anggota Komisi C DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan menyapa Ardi Kristopan, bayi berumur 11 bulan yang diduga menjadi korban Malapraktik di RSUD Pirngadi Medan.

MUDANEWS.COM, Medan – Ardi Kristopan, bayi berumur 11 bulan yang matanya mengalami cacat permanen pascadirawat di RSUD Pirngadi Medan.

Selain mata, kaki kirinya juga terlihat membusuk. Pihak keluarga bilang, Ardi Kristopan menjadi korban dugaan malapraktik. Bayi dari pasangan Hardiwan Harianja (30) dan Demiria boru Sigalingging (20) warga Jalan Garu III, Gang Cendana, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, ternyata semula hanya menderita sakit kulit.

Sebelumnya Ardi dirawat di RS Estomihi. Kemudian dia dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan. Setelah berobat di sana, kondisi kesehatan Ardi malah makin buruk.

Hari ini, Kamis (20/7/2017) pihak keluarga mendatangi RSUD Pirngadi bersama Anggota Komisi C DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, serta beberapa orang pengacara.

Mereka ingin mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Ardi Kristopan. Sampai di sana, Humas RSUD Pirngadi Edison Perangin-angin menyambut mereka.

Sempat terjadi perdebatan, lantaran manajemen rumah sakit tidak ada. Padahal Sutrisno sudah memberi kabar akan datang sejak dua hari sebelumnya.

“Seharusnya pihak manajemen ada yang menerima. Tolong sekali lagi telpon beliau, biar ada pegangan kita. Biar kita lakukan audit,” kata Sutrisno yang meminta Edison menelpon direktur rumah sakit.

Namun setelah menunggu lama, manajemen tidak ada yang datang. Mereka diterima oleh Kabid Pelayanan Medis Risma Sinaga.

Risma pun menjelaskan soal diagnosis Ardi. Dia bilang kalau kondisi Ardi memang sudah lemah saat di bawa ke RSUD Pirngadi. Ardi didiagnosis menderita gizi buruk dan infeksi berat. Selain itu, kondisi kulit Ardi juga melepuh karena gizi buruk.

“Dokter mata yang memeriksa bilang kalau di mata Ardi ada infeksi,” kata Risma.

Namun Sutrisno belum percaya, dia minta pihak rumah sakit melakukan audit atas kasus Ardi Kristopan. Apalagi, rumah sakit itu adalah milik pemerintah.

“Yang membuat ini aneh, anaknya gemuk, namun ada diagnosa bahwa ini gizi buruk. Ada dugaan rusaknya mata itu karena pengambilan kotoran mata,” kata Sutrisno.

Pihak rumah sakit juga sudah menyetujui akan melakukan audit. Rencananya audit akan dilakukan pekan depan. Hasilnya akan keluar seminggu kemudian.

Sampai saat ini kondisi keluarga Ardi juga sudah kehabisan biaya. Beruntung dia sudah memiliki BPJS yang pengurusannya dibantu para kerabat. Meski dalam keadaan menahan sakit perih di mata, Ardi tampak masuh bisa tersenyum saat orang lain menyapanya. Berita Medan, Yogoy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here