Dinas Kesehatan Tapteng,
Foto : Dinas Kesehatan Pemkab Tapteng, saat Koordinasi Bantuan Operasional Kesehatan.

MUDANEWSCOM, Tapanuli Tengah – Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng), gelar koordinasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOP), Jumat (5/5/2017), di Ball Room Pia Hotel Pandan.

Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Freddy Situmeang, menjelaskan babwa kapitasi puskesmas bersumber dari BPJS, untuk petugas yang telah memberikan jasa pelayanan kesehatan dan operasional puskesmas.

“Jangan disalah artikan ya, jadi saya jelaskan bahwa dana kapitasi adalah jasa bagi petugas yang telah melakukan pelayanan terhadap peserta BPJS,” jelasnya.

Sambungnya, masyarakat miskin dan tidak mampu, yang tidak memiliki BPJS dapat memperoleh Jaminan Persalinan, dengan adanya rekomendasi dari Kepala Desa, Camat, atau Dinas Sosial, yang menyatakan masyarakat tersebut memang benar miskin atau tidak mampu.

“Masyarakat miskin atau tidak mampu, yang tidak memiliki atau tidak terdaftar sebagai peserta BPJS, dapat memperoleh Jaminan Persalinan dari Pemerintah, namun dengan adanya rekomendasi dari Kepala Desa, Camat, atau Dinas Sosial, yang menyatakan bahwa benar masyarakat tersebut miskin atau tidak mampu, selanjutnya rekomendasi tersebut diteruskan ke Dinas Kesehatan. Disamping itu, masyarakat juga harus memiliki surat-surat berupa KTP dan KK,” terangnya.

Lanjut Freddy, tujuan utama jaminan persalinan adalah untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu melahirkan dan bayi yang baru lahir.

“Jadi, tujuan utama Jaminan Persalinan ini adalah untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu melahirkan dan bayi yang baru lahir,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun  Dinas Kesehatan Pemkab Tapteng sebelumnya juga telah melaksanakan penggalangan komitmen, di Puskesmas Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli, untuk diakreditasi pada Tahun 2017. Berita Tapanuli Tengah, Arjuna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here