Sekda Tekankan Mitigasi Bencana Saat Upacara HUT Kesiapsiagaan Bencana Nasional ke-10
Keterangan Foto: Upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional Ke 10 di Halaman Kantor BPBD Jalan Porsea.

MUDANEWS.COM, Berita Siantar – SUMUT. Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional Ke 10 sejak disahkannya UU Nomor 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana pada 26 April 2007, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar menggelar upacara, yang ditandai dengan pembunyian sirene selama 30 detik, Rabu pagi (26/4) di Halaman Kantor BPBD Jalan Porsea.

Upacara peringatan 10 tahun Kesiapsiagaan Bencana Nasional ini dipimpin Plt. Sekda Ir. Reinward Simanjuntak, MM. Pesertanya terdiri dari prajurit TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, Tagana, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PMI, anggota Pramuka, Mahasiswa serta pelajar SLTP. Dalam acara yang dipandu komandan upacara, Alex Siahaan,S.STP, tampak hadir Kabag Ops Polres Pematangsiantar, mewakili Danrem 022/PT, Dandim 0207 Simalungun dan Kasat Satpol PP Robert Samosir.

Plt. Sekda menjelaskan, “Berbicara mengenai bencana merupakan kejadian yang tidak kita inginkan, namun sebenarnya kita perlu mewaspadai segala bentuk kejadian bencana yang mungkin terjadi karena bencana selalu terjadi secara tiba tiba dan tidak dapat kita duga. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi bencana sangat penting agar penanggulangan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat,”katanya.

Menurut hasil penelitian dan survey di Jepang, Great Hansin Earthquake 1995, lanjutnya, korban bencana yang dapat selamat dalam durasi “golden times” disebabkan oleh: Kesiapsiagaan diri sendiri sebesar 35 %, dukungan anggota keluarga sebesar 31,9 %, dukungan teman/tetangga sebesar 28,1%, dukungan orang di sekitarnya sebesar 2,60%, dukungan Tim SAR sebesar 1,70 % dan lain-lain sebesar 0,90%. “Sangatlah jelas bahwa berdasarkan hasil kajian tersebut, maka individu dan masyarakat merupakan kunci utama yang perlu terus ditingkatkan,”ujar Reinward.

Dikatakan, untuk menyikapi bencana longsor, banjir dan angin puting beliung yang kerap kali terjadi di Pematangsiantar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas terkait sedang dan akan terus mengupayakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam rangka meminimalisir segala bentuk potensi dan dampak bencana yang mungkin terjadi. Salah satu cara untuk mengurangi dampak bencana adalah melalui mitigasi bencana. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik, maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi bencana.

“Oleh karena itu, saya berpesan kepada BPBD Kota Pematangsiantar beserta instansi terkait agar terus meningkatkan upaya mitigasi bencana dengan cara, terus melakukan kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan kepada masyarakat karena upaya pencegahan bencana, dan pengurangan resiko bencana perlu dimulai dengan penyebaran informasi dan pengetahuan serta membangun kesadaran dan Tingktakan komunikasi dan koordinasi dengan unsur TNI, Polri, Instansi terkait, Organisasi-organisasi kemasyarakatan, pihak swasta dan elemen masyarakat lainnya agar kita dapat menanggulangi bencana secara cepat, tepat, terpadu dan menyeluruh, “tandas Reinward mengakhiri sambutannya.

Usai upacara, dilanjutkan pawai dan peninjauan uji kelayakan di pusat perbelanjaan Suzuya dan di Hotel Sapadia. Dalam peninjauan tersebut, Kepala BPBD Pematangsiantar, Drs Daniel Siregar mengatakan, penanganan bencana menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak hanya pemerintah saja, namun semua pihak dan masyarakat juga para insan pers agar dapat memberikan informasi yang baik kepada seluruh masyarakat.

“Dalam penanganan bencana ini perlu dibangun pula kebersamaan dan kerjasama dari seluruh pihak yang terlibat sehingga dapat mengurangi dampak dan risiko akibat bencana. Karena kami dari tim gabungan terutama BPBD tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dan peran serta dari seluruh elemen dan lapisan masyarakat, “terang Daniel.

Selain itu Daniel juga mengungkapkan, peninjauan kesiapsiagaan ini dilakukan untuk menjaga kesiapsiagaan para tim dan kesiapsiagaan para pelaku usaha seperti pusat perbelanjaan dan perhotelan dalam penanggulangan yang cepat tanggap terhadap bencana yang terjadi. “Untuk simulasi kita rencanakan pelaksanaannya, akan melibatkan masyarakat maupun pihak dari swasta. Tentunya simulasi nantinya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran dalam menghadapi bencana,”katanya. Berita Siantar, Deva

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here