Badan Keluarga Berencana Tapteng, Gelar Bakti Sosial
Kabid KB didampingi sekertaris sedang berbincang dengan pasien

Laporan: Arjuna

MudaNews.com, Tapteng (Sumut) – Sebagaimana tugas pokok Badan Keluarga Berencana dalam meningkatkan pasangan usia subur di Tapanuli Tengah, Badan Keluarga Berencana (KB) Tapanuli Tengah (Tapteng), mengadakan acara bakti sosial buat para kaum hawa, Agar masyarakat bisa mendapatkan kesejahteraan dalam berkeluarga.

Dalam rangka bulan bakti sosial KB IB kesehatan, Yang jatuh pada tanggal hari ini (18/4) kegiatan ini langsung di hadiri kepala badan KB (Kaban) Artha Siregar, Spd., didampingi sekretarisnya B. Siregar dan Kepala Bidang (Kabid) Evi Syafriani, SH., selaku penyelenggara dalam kegiatan bakti sosial yang di gelar di RSUD Pandan tersebut.

Kepala Badan KB Artha siregar, Spd., melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk menjelaskan tentang kegiatan yang sedang berlangsung, dimana Badan KB mempunyai target 200 pasien dari seluruh Kecamatan yang berada di Tapanuli Tengah, untuk mendapatkan penanganan.

“Kita kerahkan seluruh PPL KB pengawas petugas lapangan Keluarga Berencana yang bertugas di 20 kecamatan di Tapteng, yang di dampingi PL KB petugas lapangan kami, agar setiap harinya selalu melakukan monitoring dan sosialisi ke masyarakat mengenai program – program Badan KB, sehingga jika ada yang membutuhkan pelayanan kita, kita langsung tangani di setiap Kecamatan, seperti halnya saat ini pak,” ucapnya.

Kegiatan baktisosial Badan KB Tapteng bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan, turut mengundang Persatuan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI ) untuk turun tangan langsung dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

“Kita bekerja sama dengan pihak RSUD Pandan dalam hal pemakaian tempat, kita juga hadirkan langsung PKMI dari Medan pak, dan PKMI langsung yang melayani pasien kita,”tuturnya.

Kategori yang tergolong dalam program pasangan usia subur, harus berusia 35 tahun dan harus sudah memiliki 3 orang anak, inilah yang menjadi target pihak dari Badan KB , agar angka kelahiran anak di Tapanuli Tengah semakin berkurang, selain itu kegiatan yang berlangsung tidak di pungut biaya dari keluarga pasien , bahkan transfortasi disiapkan oleh penyelenggara.

“Pelayanan ini, semua gratis, tidak ada pungut biaya apa pun, bahkan kita juga siapkan transportasi buat seluruh pasien, dan semuanya kita antar jemput kerumah pasien langsung,” tukasnya.[rd]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here