Negaraku Surga Para Koruptor Dan Pengemplang Pajak
Net/ilustrasi

MUDANEWS.COM – Menunggu berita Pencoleng dan Bandits bermufakat jahat. Isu apa yang akan hadir untuk menutupi borok yang sudah menganga lebar bernanah, menebarkan bau busuk makin menyengat.

Negaraku itu surga bagi negara asing, lihatlah mereka seperti tuan tanah di sini. Kecuali, pribumi yang menghamba pada duit tak berseri. Pribumi yang idealis tidak punya tempat. Peraturan yang ada, baik Perpres atau undang-undang selalu ada celah menguntungkan buat orang kaya.

Liberalis berkuasa menyetir pejabat. Kelonggaran diberikan Presiden untuk Tax Amnesti hasilnya tidak memuaskan.

Kebijakan berpihak pada orang kaya. Tapi bukan orang kaya yang nanggung. Tapi para pengusaha asing yang diberikan angin surgawi oleh pemerintah.

Lihat, saat pajak naik untuk rakyat jelata, kaum kere marjinal. Para pengusaha mendapatkan ampunan sektor pajak. Seorang kakek tua dari hutan bawa seonggok kayu di penjarakan. Yang maling dan merusak ribuan hektar hutan, aman!

Rakyat, para petani yang tak punya lahan garapan. Ajukan proposal penggarapan lahan hutan gundul, butuh waktu bertahun-tahun untuk disetujui. Teluk reklamasi lima ribu hektar lebih surat-surat selesai dalam satu hari. Ratusan ribu hektar lahan dengan mudahnya untuk para konglomerat, berbanding terbalik dengan rakyat jelata.

Itulah aturan dibuat hanya untuk memenangkan beberapa orang. Dan yang miskin tetaplah miskin. Kapitalisme dan liberalis telah menjadi penyakit seperti kanker yang tak disadari menggerogoti dan melemahkan pemerintah dan birokrasinya.

Yang mau mencari panggung dan duit di Politik, masih banyak kesempatan terbuka lebar. Bukankah duit dan kekuasaan adalah kehormatan yang kau idamkan?

Korupsi merajalela begitu banyak ampunan diberikan dengan alasan kemanusiaan. Apakah koruptor itu bertindak manusiawi dengan mencuri uang rakyat? Itulah orde revolusi mental!

Penulis adalah Sayuh