Mendandani Diri
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM – Sebelum kepada persoalan, untuk para pria tanyakan pada diri sendiri jika suatu ketika tiba-tiba ada wanita cantik lewat di depan Anda dengan menggunakan pakaian ketat, atau pakaian gamis yang hijabnya dililit ke belakang dan tonjolan dada terlihat sempurna, atau bisa jadi perempuan tersebut sudah berpakaian tertutup namun paras wajahnya membuat Anda tak henti untuk melirik? Apa yang Anda bayangkan ketika seorang tersebut sangat menarik perhatian Anda. Semoga tidak sampai menelanjanginya.

Tidak hanya pakaian saja yang membuat seseorang harus menelanjangi yang mereka lihat, tapi dari cara memoles muka pun kadang kita melihat dan membayangkan sampai jauh kelubuk terdalam pakaiannya. Padahal perempuan tersebut sudah memakai pakaian yang syar’i. Apalagi kalo sudah mukanya dipoles dengan riasan yang bisa saja membuat pria tergoda, baju ketat, celana jeans yang membuat paha terlihat tiap lekukan-lekukannya. Sudahlah saya tak bisa cukup jauh membayangkannya.

Untuk perempuan? Saya kadang ingin bertanya apa tujuan Anda ingin terlihat cantik, jika ternyata itu semua hanya membuat diri Anda akan ditelanjangi oleh mata yang pura-pura buta. Saya kira jawaban untuk pertanyaan ini akan sedikit rancu, karena mereka ingin terlihat cantik untuk kepuasan dan kepercayaan dirinya. Iya kan? Engga ya? Ya udah maaf.

Tapi bagaimana perasaan mba-mba yang bersolek biar keliahatan glowing, ternyata pas keluar berbelanja, jalan-jalan di tempat umum atau di tempat wisata Anda ditelanjangi oleh kaum pria yang saya pikir memiliki naluri yang besar untuk membayangkan seseorang yang menarik perhatiannya. Sehingga suitan atau ehem-ehem terdengar dari mulut-mulut buaya. Senang kah? Atau malu kah? Atau kah akan marah? Sampai harus ngegass berkata “eh mas tolong ya, kalo punya mata itu dijaga”

Tidak salah memang mendandani diri, apalagi jika hanya untuk suami yang sah di rumah. Tapi ketika untuk pergi ke luar rumah akibat yang ditimbulkan nya apa sudah dipikirkan baik-baik sebelumnya? jika berdandan itu tujuannya untuk apa dan siapa?

2019

Penulis adalah Dede Humaedi