Hatinya Telah Mati
Ilustrasi

MUDANEWS.COM – Jangankan hanya perwujudan suara dari kekuasaan Tuhan, suara dan kalamullah saja Engkau ingkari dan Engkau tentang. Penyeru firman dan penganjur kebenaran, kejujuran dan keadilan Engkau bungkam sampai suaranya harus dilirihkan bahkan nyaris tak boleh diperdengarkan. Bisik-bisik iblis dan setan dikumandangkan dan dijadikan pedoman. Sebenarnya Engkau mendengarkan siapa?

Jangankan hanya protes dan suara ketidak sukaan pada perangai dan tingkah lakumu, gejolak alam dengan suara gemuruh badai, puting beliung, gunung meletus, gempa dan tsunami datang Engkau tetap tenang, bahkan batin dan jiwamu tidak juga terguncang, bermain dan berjalan kian kemari seolah tiada masalah dan persoalan. Sebenarnya Engkau melihat apa?

Jangankan hanya jerit, rintih, keluh mengaduh tentang ketidak berdayaan, perilaku tidak benar, tidak jujur dan ketidakadilan telah memakan korban perasaan, pikiran, hati, jiwa dan raga yang menyentuh kemanusiaan, tetapi Engkau tidak juga bertindak dan melakukan apa-apa? Sebenarnya Engkau melakukan dan bekerja untuk siapa?

Jangan-jangan Engkau tak lagi mendengar siapa-siapa, karena telingamu telah tertutup dan suara hatimu yang mestinya dapat mendengar, merasakan dan membedakan kebenaran, kejujuran dan keadilan tidak lagi dapat difungsikan, karena hati nuranimu telah mati dan tertutup dari hidayah.

Jangan-jangan Engkau tak lagi melihat apa-apa, karena matamu telah tertutup dengan silaunya dunia, karena matamu dan mata hatimu lebih suka pada kegelapan dan kelam cahaya. Setiap ada secercah cahaya, harus Engkau padamkan, karena Engkau menyimpan segala keburukan dan kejahatan dibalik misteri kegelapan. Engkau dihantui rasa ketakutan oleh bayangan kejahatanmu sendiri.

Jangan-jangan Engkau tak berbuat apa-apa, karena hanya melakukan perbuatan demi untuk memenuhi syahwat dan nafsu dunia dengan menghalalkan segala cara. Karena sebenarnya Engkau hanya mendengarkan suara dan bisikan iblis dan setan. Karena sebenarnya Engkau melihat dan meneladani perilaku para penentang Tuhan. Karena sebenarnya Engkau bertindak untuk memperjuangkan kepentingan musuh-musuh Allah yang ingkar pada kebenaran, kejujuran dan keadilan.

Jangan-jangan Engkau tidak lagi mendengar, tidak lagi melihat dan tidak lagi berbuat apa-apa, meskipun Engkau bersahadat, sholat, puasa, berzakat dan berhaji juga, karena sebenarnya Engkau memuja benda dan gemerlap dunia, mengikuti syahwat dan nafsu yang tiada bisa dikendalikan, karena menuhankan iblis, setan dan selain Tuhan Allah yang sebenar-benarnya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa dari segala-galanya! [WT, 19/5/2019]

Oleh : Wahyu Triono KS
Pendiri Taman Pendidikan Al-Quran LEDER (Lembaga Edukasi Anak Didik Edukatif dan Religius) Kota Depok dan Sekretaris Pesantren Pendidikan Al-Quran Al Kayyis Jakarta Timur).