Hanya Tangkap Penulis
Wahyudi Hardianto

MUDANEWS.COM, Pematangsiantar – Berita tertangkapnya penjudi togel dalam dua hari belakangan Selasa dan Rabu, (18-19/6/2019) oleh anggota Polresta Pematangsiantar mendapatkan kecaman dari Kaukus Muda Siantar-Simalungun (KAMUSS).

Wahyudi Hardianto, Koordinator KAMUSS menyatakan sikapnya kepada media ini Kamis, (20/6/2019) bahwa sesungguhnya aparat kepolisian khususnya Polresta Pematangsiantar seolah-olah ingin menunjukkan keseriusannya kepada masyarakat dalam memberantas tindak pidana perjudian yang ada di kota Pematangsiantar, tetapi itu sesungguhnya hanya kamuflase bahkan dapat juga diduga dan dikategorikan disinformasi publik (memeberikan informasi keliru kepada masyarakat).

“Sesungguhnya kita bangga pada polisi kita yang memberantas para pelaku kejahatan masyarakat khususnya tindak pidana perjudian, tetapi kita menyayangkan aparat kepolisian hanya menangkap para juru tulis. Sebenarnya kita komunitas masyarakat sipil yang berada dalam berbagai organisasi kemasyarakatan sipil taulah siapa lah Bandar-bandar judi besar di Siantar ini. Baik yang berbentuk tebak angka maupun permainan judi ketangkasan. Dimana usahanya, dimana rumahnya sering dibincangkan oleh organisasi kemasyrakatan sipil. Baik oknum jurnalis, kelompok swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan dan yang lainnya. Baik pembicaraannya di tempat-tempat terbuka seperti warung kopi, café, bahkan di dinding Facebook pun sudah dibincangkan banyak orang, bahkan media cetak maupun online pun sering memberitakannya. Namun faktanya yang ditangkap hanya para pekerja dan orang bawahannya saja. Bahkan sangat miris mendengar uang yang disita sebagai barang bukti juga recehan (sangat sedikit),” demikian kata Wahyudi Hardianto.

Sebagaimana pemberitaan salah satu media online terbitan local perihal penangkapan yang dilakukan oleh anggota Polresta Pematangsiantar terhadap terduga pelaku penulis judi KIM dikawasan Sibatu-batu pada Selasa (18/6/2019) dengan salah satu barang buktinya uang senilai Rp. 85.000. Kemudian Rabu (19/6/2019) polisi kembali menangkap seseorang yang diduga melakukan tindak pidana kejahatan masyarakat judi di wilayah Sibatu-batu juga dengan salah satunya barang buktinya uang yang hanya senilai RP. 175.000. Sungguh ironi, disaat toke besarnya sedang santainya menikmati hidupnya, para penulis judi dilapangan ditangkapin polisi. Padahal uangnya disetor juga ke tokenya. Tanpa mengurangi rasa hormat penangkapan ini perlu diapresiasi dan diberikan penghargaan yang setinggi-tingginya, namun sangat disayangkan penangkapan ini hanya menyasar para juru tulis sibandar judi, tanpa menyentuh si Bandar-bandar besar.

Jika dikalkulasipun para penulis judi Togel/KIM atau yang sejenenisnya ini hanya mendapatkan keuntungan yang relatip kecil, hanya cukuplah untuk ngopi dan rokok. Namun mereka selalu dijadikan target operasi. Jika mau jujur ini sungguh sangat tidak adil. Disnilah posisi hukum itu tidak nampak berimbang. Polresta Pematangsiantar seharusnya mau berlaku jujur dan adil terhadap pemberantasan judi penyakit masyarakat ini. Ini soal keadilan hukum. Bukan soal yang lainnya. Ini Soal kejujuran, bukan sekedar kamuflase. Masyarakat kecil jadi korban.

Untuk itulah, Kaukus Muda Siantar meminta kepada kepolisian untuk tidak lagi mempermainkan kewenangannya dalam menjalankan tanggung jawab dan pilar penegak hukum. Janganlah masyarakat terus diberikan informasi dan pemberitaan atas penangkapan penulis Togel/KIM ini seolah-olah prestasi padahal hanya kamuflase. Kita tidak mau berandai-andai terhadap motif penindakan ini, tetapi sepertinya agak lucu aja yang membuat kita geram.

“Kita berharap penangkapan pelaku judi jangan hanya para juru tulis, kasihan. Pakailah nurani kita. Kalau mau jujur berapa sih penghasilannya. Kalau pak polisi mau jujur tangkap tu pak polisi Bandar besarnya. Inisial, tempat operasi, alamat rumah para bandar tidak jauh lebih tau para kelompok sipil masyarakat dari pada polisi. Beritanya juga banyak beredar. Pak polisi punya mungkin kuasa, punya alat, punya SDM untuk itu, punya anggaran. Untuk itu kita mengajak kepada elemen tokoh masyarakat, khususunya pemuda di Kota Pematangsiantar harus bersatu padu mendukung polisi menengkap para Bandar. Dalam waktu dekat soal judi di Siantar ini Insya Allah akan kita diskusikan langsung dengan Bapak Kapolda Irjend Pol Agus Andrianto SH di Medan. Beliau sangat fair dan care kok. Jika nanti dalam diskusi mengarah untuk membuat laporan, akan kita laporkan secara resmi ke Mapolda,” demikian tutup koordinator Kaukus Muda Siantar-Simalungun saudara Wahyudi Hardianto yang saat ini dipercaya juga menjadi Ketua Umum Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Sumatera Utara yang berkantor di Medan. Berita Siantar, WH