Foto : Paspampres mengamankan seorang pria tanpa busana yang berlari menuju kompleks Istana Kepresidenan.

MUDANEWS.COM, Jakarta – Pria berinisial BS yang nekat mencoba masuk ke dalam Istana Merdeka dengan kondisi telanjang, ternyata berhalusinasi setelah menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Dia pun terancam dijerat Undang-undang Narkotika.

“Ya, sementara kita arahkan Undang-undang Narkotika. Kalau pun tidak ada barang bukti akan kita lakukan rehabilitasi,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Suyudi Ario Seto, Rabu (30/8).

Dikatakannya, berdasarkan pengakuan, BS baru kembali menggunakan sabu-sabu setelah berhenti sebagai pemakai dua tahun belakangan.

“Dia mengakui dua tahun yang lalu pernah menggunakan. Tapi dua tahun terakhir ini, dia tidak pernah menggunakan lagi. Karena dia dekat dengan wanita (M) yang kemarin juga diamankan, akhirnya dia pakai lagi,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, BS menggunakan sabu-sabu bersama teman-temannya di sebuah rumah indekos, di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (28/8) dini hari.

Menyoal apakah BS menggunakan sabu-sabu dalam dosis tinggi sehingga berhalusinasi, Suyudi menyampaikan, efek narkotika juga bergantung dengan kondisi tubuh dan kejiwaan si pemakai.

“Itu kembali kepada kejiwaan masing-masing juga ya. Karena dia mungkin depresi, banyak pikiran, hingga berakibat seperti itu. Karena kawan-kawannya tidak mengalami hal yang seperti itu. Kan dia berlima menggunakannya, yang lainnya biasa-biasa saja. Mungkin dia bisa seperti itu karena dia ada pikiran,” katanya.

Dia menegaskan, polisi juga telah mengamankan orang teman-temannya antara lain berinisial D, AM, V, dan M.

“Salah satu di antaranya inisal D. D ini mendapatkannya (sabu-sabu) dari AM. AM ini dari BM. BM ini sedang kita kejar. Itu dia beli, dia mengkonsumsi 1 gram, harganya Rp 500 ribu. Pada saat kita datang ke kosan sudah tidak ada lagi narkoba,” jelasnya.

Menurutnya, akibat menggunakan narkotika BS berhalusinasi ingin melangsungkan pernikahan di Gereja Katedral. Namun, karena tidak sadar ia malah mencoba masuk Istana Merdeka.

“Antara pikiran dan narkoba dia kehilangan kesadaran, kemudian berhalusinasi. Dia ingin nikah di gereja, namun sampainya ke sana (Istana Merdeka). Jadi dia pikir (halusinasi), dia harus masuk ke dalam sana untuk melangsungkan pernikahan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here